Ia bahkan mengingatkan bahwa pasokan air bersih ke Istana Bogor berasal dari kawasan tersebut. Karena itu, Ade meminta seluruh pihak, termasuk pemerintah, DPRD, dan masyarakat, berkolaborasi melakukan pengawasan ketat terhadap bangunan liar maupun aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.
Terkait tudingan intimidasi terhadap penggarap, Ade membantah keras. Ia menegaskan selama ini hanya melakukan komunikasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk memastikan kepentingan masyarakat tetap terlindungi.
“Saya tidak pernah melakukan intervensi. Yang saya perjuangkan adalah masyarakat yang sudah turun-temurun tinggal di sana agar hak mereka jelas sampai nanti memiliki sertifikat rumah,” tandasnya.
Meski diserang secara personal dalam aksi demonstrasi, Ade memastikan tidak akan mengambil langkah hukum terhadap para demonstran. Ia mengaku sebagai pejabat publik harus siap menerima kritik.
“Saya digaji oleh rakyat, saya siap dikritik dan dicaci maki. Yang penting kita fokus bekerja untuk masyarakat,” pungkasnya.