Bukan hanya itu, Sandi menjelaskan kegiatan ini juga diisi dengan pertunjukan seni bertemakan lingkungan, seperti musikalisasi puisi dan lagu, yang menggugah kesadaran akan pentingnya menjaga bumi. "Kami ingin menyampaikan pesan bahwa menjaga lingkungan bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan kreatif," kata Sandi.

"Dengan edukasi berkelanjutan dan aksi nyata, kami berharap bisa mengurangi risiko bencana serta menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman," imbuh Sandi.

Baca Juga: Sidak ke TPA Jatiwaringin, Hanif Faisol  Perintahkan Deputi Gakkum untuk segera Memverifikasi Lapangan

Sandi menambahkan, area Puncak Ajib sendiri seluas 11,26 hektar merupakan hasil KSO dengan PTPN 1 Regional 2. "Ajib sendiri memiliki makna adventure, jungle, inspiration, dan planting. Kami di sini membuat hutan dan upaya menyeimbangkan fungsi ekologi dan ekonomi. Kami berharap pula para pelaku wisata di Puncak agar ramah lingkungan," tegasnya.

Budayawan Puncak, Abah Yudi, berharap aksi penanaman pohon dilakukan secara berkelanjutan. "Kalau ada penanaman jangan 'cur laur', harus terus dipelihara. Jangan hanya jadi objek selfy. Karena ketika ditanam dari polybag ada masa transisi pohon untuk tumbuh. Libatkan warga yang ahli untuk menjaganya," ungkap dia.