“Nah, kami sebagai pengelola tidak mungkin mengusir mereka. Dan kita juga tidak tahu, ternyata diantara pengunjung ini ribut di tempat kami. Setelah kita konfirmasi, keributan itu dipicu adanya gesekan atau senggolan diantara pengunjung yang duduk di meja terpisah, sehingga keributan antar pengunjung pun terjadi, dan kami sebagai pengelola menyayangkan adanya insiden tersebut,” ujar Franky.
Melihat adanya keributan, lanjut Franky, petugas keamanan Papa Bears menghampiri para pengunjung tersebut dengan tujuan untuk melerai keduanya. Namun ketika dihampiri oleh petugas keamanan, para pengunjung ini tidak terima dan sempat beragumentasi, hingga akhirnya petugas keamanan Papa Bears membawanya untuk keluar pintu gerbang dan memintanya untuk pulang ke rumahnya masing-masing, karena mengingat kafe akan tutup.
Baca Juga: DPP PERBASI Tanggapi Serius Insiden Pemukulan di Turnamen Bola Basket di Bogor
“Dari situ, sebetulnya sudah selesai, sudah kembali kondusif karena pengunjung yang terlibat ribut itu sudah pulang. Namun selang 30 menit kemudian, mereka ini datang kembali ke tempat kami dengan membawa teman-temannya, dan saat tiba di lokasi mereka yang mengaku korban itu menyerang petugas keamanan kami yang kebetulan masih berjaga,”kata Franky.
“Nah, problemnya itu kan mereka yang mengaku sebagai korban ini telah mendapat perlakuan kekerasan yang dilakukan oleh petugas keamanan kami. Tapi setelah kita cek CCTV, hasilnya kurang jelas siapa yang melakukan kekerasan terlebih dahulu. Saya pikir pihak terkait juga harus perlu melihat intisari persoalan ini, siapa yang memicu keributan ini sebenarnya?,” ungkapnya.