Pelibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan pada perencanaan pembangunan Kota Bogor di 100 hari kerja: puas 34,50 persen, tidak puas 65,50 persen.
Tingkat keyakinan masyarakat terhadap Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor memimpin Kota Bogor menjadi lebih baik: cukup yakin 34,13 persen, sangat yakin 29,25 persen, kurang yakin 11,13 persen, tidak yakin 17,13 persen, tidak tahu 8,38 persen.
Menanggapi hasil survei tersebut, seorang Analis, Jeirry Sumampow menyebutkan bahwa masa kepemerintahan biasanya dalam pengalaman komitmennya itu akan diukur, karena sudah banyak sekali pengaruh dan kepentingan.
Baca Juga: Pasar Gembrong Siap Beroperasi, Dedie Rachim Tegaskan Tidak Boleh Ada Lapak PKL di Luar Bangunan
"Jadi penting untuk mengukur komitmen. Artinya kalau diawal pemerintahan saja komitmennya sudah meragukan ini agak repot. Kita berharap untuk lima tahun ke depan komitmennya lebih baik," terangnya.
Jika dalam 100 hari komitmennya sudah dilakukan, masyarakat menjadi percaya terhadap kinerjanya selama lima tahun, kan kira-kira begitu. Meskipun kata Jeirry, dalam pengalaman kita dua tahun atau atu tahun menjelang berakhir biasanya banyak kebijakan populis.
"Kebijakan-kebijakan populis itu dilakukan ya dalam rangka mendapatkan hati masyarakat lagi. Karena mungkin mau maju di periode ke dua. Nah, yang kita inginkan itu kan komitmen stabil, konstan mulai dari awal sampai akhir," jelasnya.