BOGOR, CEKLISSATU.COM - Arus lalu lintas menuju kawasan wisata Puncak Bogor mulai menunjukkan peningkatan signifikan, Minggu (28/12/ 2025) pagi.
KBO Satlantas Polres Bogor, Iptu Ardian Novianto menyebut, kenaikan arus kendaraan sudah terlihat sejak pagi hari berdasarkan data exit Tol Ciawi.
Ia merinci, pada pukul 05.00–06.00 WIB tercatat 1.800 kendaraan keluar Tol Ciawi.
Baca Juga: Jalur Puncak Padat, Polisi Prediksi Kepadatan Terjadi di Tiga Titik Ini
Jumlah tersebut meningkat menjadi 2.000 kendaraan pada pukul 06.00–07.00 WIB, dan kembali naik menjadi 2.200 kendaraan pada pukul 07.00–08.00 WIB.
Dampak peningkatan volume kendaraan tersebut mulai terasa di jalur tengah Puncak, khususnya di wilayah Megamendung dan Pasar Cisarua.
“Di beberapa titik di jalur tengah seperti Megamendung dan Pasar Cisarua memang sedikit mengalami kepadatan arus yang mana terjadi titik konflik crossing persimpangan itu menjadi hambatan,” kata dia di Pos Gadog Hoegeng.
Baca Juga: Pergantian Malam Tahun Baru, Polres Bogor Bakal Berlakukan Car Free Night, Catat Waktunya
Selain konflik persimpangan, aktivitas ekonomi di Pasar Cisarua juga menjadi faktor penghambat kelancaran arus.
“Banyaknya penyebrang jalan, pedagang, dan angkot masih jadi hambatan,” katanya
Untuk mengurai kepadatan yang mulai terlihat, polisi menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah terbatas atau one way sepenggal sejak pukul 08.30 WIB.
Baca Juga: Strategi Unik Polres Bogor, Eks Joki Puncak Kini Bantu Atur Arus Wisata
“Tadi di pukul 8.30 kami sudah laksanakan prioritas ke atas di Pasar Cisarua, hanya di Pasar Cisarua sampai dengan Megamendung,” jelas dia.
Sementara itu, arus lalu lintas dari Megamendung ke Simpang Gadog dinilai masih terkendali.
Menurutnya, menutup arus kendaraan yang mengarah ke bawah di beberapa titik untuk memaksimalkan prioritas ke atas.
“Kami tutup di Simpang Taman Safari serta di Gunung Mas itu kendaraan yang ke bawah,” kata dia.
Langkah tersebut diambil menyusul antrean kendaraan di Pasar Cisarua yang sempat mencapai hampir satu kilometer.
“Kami lihat antriannya kurang lebih sudah 800 sampai dengan 1 kilometer,” katanya.