BOGOR, CEKLISSATU - Duka mendalam masih menyelimuti keluarga AA (25), korban pembunuhan yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Di tengah kesedihan, pihak keluarga meminta publik menghentikan narasi yang menyebut korban dibunuh oleh pacarnya sendiri.
HM, kakak korban, dengan tegas membantah kabar yang viral di Instagram dan TikTok tersebut. Menurutnya, pelaku hanyalah teman lama korban semasa SMK dan bukan kekasih seperti yang ramai diberitakan.
“Adik aku sama sekali enggak pacaran sama pelaku. Dia cuma teman dan dimanfaatkan. Tolong dipertegas di media sosial, jangan bilang dia dibunuh pacarnya sendiri,” ujar HM dengan nada penuh emosi karena berita yang beredar tentang adiknya dirasa tak benar.
Baca Juga: Polres Bogor Tangkap Pelaku Pembunuhan Pasutri Asal Pakistan di Cisarua, Begini Motifnya
Ia mengungkapkan, adiknya merupakan sosok perempuan berpendidikan dan telah memiliki calon suami yang serius menjalin hubungan. Bahkan, rencana lamaran disebut akan digelar bulan depan.
“Pacarnya dari Makassar datang langsung setelah dengar kabar ini. Mereka memang sudah serius dan rencananya pelamaran bulan depan,” katanya.
Keluarga yang berasal dari Makassar itu mengaku terpukul karena banyak pihak langsung menggiring opini seolah korban memiliki hubungan asmara dengan pelaku. Padahal, menurut HM, keduanya hanya berteman dan masih sering berkumpul layaknya teman sekolah pada umumnya.
“Namanya juga teman SMK, reunian, ngopi, kumpul. Tapi bukan pacar,” tegasnya lagi.
HM juga menceritakan sosok Anggi semasa hidup. Korban diketahui bekerja di Bintang Timur Law Office sebagai staf divisi keuangan. Di lingkungan kerja, Anggi dikenal sebagai pribadi baik dan rendah hati.
“Dia anaknya humble, baik banget. Semua orang di kantor juga tahu dia seperti apa,” ucapnya.
Tak hanya dikenal baik, Anggi juga menjadi tulang punggung keluarga dan membantu kebutuhan adik-adiknya. Dari lima bersaudara, korban disebut memiliki peran besar dalam keluarga.
“Dia tulang punggung buat adik-adiknya. Makanya kami sakit hati, kok tega banget,” tutur Humairah sambil menahan tangis.
Baca Juga: Golok dan Senapan Angin Jadi Senjata Maut, Pembunuh Pasutri Asal Pakistan Terancam 20 Tahun Penjara
Dalam kesempatan itu, keluarga juga berharap pelaku mendapat hukuman maksimal. Humairah bahkan secara terbuka meminta hukuman mati bagi pelaku pembunuhan adiknya.
“Kalau saya maunya hukuman mati. Jangan seumur hidup. Karena adik saya sudah enggak bisa hidup lagi,” katanya.
Jenazah korban akhirnya dimakamkan di tempat tinggalnya saat ini karena keluarga mempertimbangkan proses administrasi dan kondisi jenazah jika harus dipulangkan ke Makassar.
Untuk diketahui kasus ini bermula dari
penemuan jasad perempuan muda berinisial AA di kawasan Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor pada Sabtu (23/5/2026).
Dalam waktu singkat pihak kepolisian berhasil menangkap pelaku MF usai melakukan pengejaran intensif.
MF kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut.
“Pelaku sudah kami amankan dan sudah kami tetapkan sebagai tersangka beserta barang bukti yang berkaitan dengan perkara ini,” kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Bagus Azi Lesmana Putra saat konferensi pers, Senin (25/5/2026).