KABUPATEN BOGOR, CEKLISSATU.COM – Di ujung barat Kabupaten Bogor, terbentang jalur lintas Cileuksa–Ngasuh menuju Jasinga yang menyimpan lebih dari sekadar lanskap indah.
Jalur ini menawarkan kekayaan hayati, potensi pertanian, serta sebuah jejak sejarah penting, yakni perjuangan Raden Ipik Gandamana, Bupati Bogor pertama, yang melakukan gerilya saat masa Agresi Militer Belanda II pada akhir 1940-an.
Hamparan sawah yang diapit bebukitan di kawasan ini menjadi gambaran nyata harmoni manusia dan alam.
Padi, kopi, cengkeh, dan tanaman lainnya tumbuh subur di tanah yang dijaga oleh tradisi dan kearifan lokal.
Namun siapa sangka, di balik hijaunya alam itu, tersimpan tapak-tapak sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan yang nyaris terlupakan.
“Di kawasan ini, tepatnya di sekitar Desa Cileuksa dan jalur perbukitan menuju Ngasuh, Raden Ipik Gandamana pernah memimpin pergerakan melawan Belanda,” tutur tokoh masyarakat setempat, Arwan, yang mewarisi cerita itu dari orang tuanya yang dulu ikut bergerilya.
Raden Ipik Gandamana, Bupati Bogor Pertama di era Presiden Soekarno, dikenal sebagai tokoh yang tak hanya piawai di birokrasi, tetapi juga teruji di medan perjuangan.