"Bantuan dari DT Peduli ini akan membuat program pemberdayaan masyarakat dan pembelajaran santri segera berjalan," ujarnya.
Salah satu program pemberdayaan yang tengah dikembangkan adalah budi daya ubi ungu bersama petani lokal Leuwisadeng. Hasil panen petani nantinya akan ditampung oleh Kampoong Ecopreneur dan direncanakan diekspor ke Singapura dan Malaysia.
"Kami berharap Leuwisadeng ke depan dikenal sebagai salah satu sentra ekspor ubi ungu," kata Jamil.
Menurutnya, kolaborasi dengan DT Peduli merupakan langkah bersama dalam memberdayakan masyarakat yang peduli terhadap lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan material dan spiritual warga.
Sementara itu, Executive Director DT Peduli Jajang Nurjaman mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari ikhtiar melahirkan generasi penghafal Al-Qur'an yang juga memiliki kemandirian ekonomi. Ia berharap program pemberdayaan di Kampoong Ecopreneur dapat memperkuat kesejahteraan masyarakat Leuwisadeng.
Baca Juga: Gus Ipul Tegaskan Bansos Tak Boleh Dikorupsi, Kemensos Siapkan Digitalisasi Berbasis Al
Jajang juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang telah mendukung terlaksananya program tersebut.
"Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia lain," ujar Jajang.
Senada dengan itu, Director of Impact & Civilization DT Peduli Fahrizal Amir berharap kolaborasi tersebut mampu mencetak santri yang tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan berwirausaha.
"Kerja sama ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat dan melahirkan santri-santri yang tidak hanya menghafal Al-Qur'an, tetapi juga dibekali keterampilan bisnis agar mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat," kata Fahrizal Amir.
Melalui kerja sama ini, DT Peduli dan Kampoong Ecopreneur berharap Leuwisadeng dapat berkembang menjadi kawasan percontohan pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan Qur'ani dan ekonomi komunitas.