BOGOR, CEKLISSATU.COM - Yayasan DT Peduli menyalurkan bantuan senilai Rp973 juta untuk mendukung program ekspor ubi petani Leuwisadeng serta pembangunan asrama santri di Kampoong Ecopreneur, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.
Penyaluran bantuan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Executive Director DT Peduli Jajang Nurjaman dan Pendiri Kampoong Ecopreneur Jamil Azzaini, yang telah di laksanakan pada Kamis (2/7/2026).
Kerja sama tersebut mencakup pembangunan Asrama Tahfiz Al-Qur'an sekaligus pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Asrama itu ditargetkan mulai beroperasi sebagai pusat pendidikan pada November 2026.
Pendiri Kampoong Ecopreneur, Jamil Azzaini, mengatakan pihaknya mengusung konsep One Family One Ecopreneur, yaitu setiap keluarga memiliki satu wirausaha berbasis ekologi.
Baca Juga: Bojonggede Jadi yang Pertama, Pemkab Bogor Uji Coba Digitalisasi Bansos Lewat Portal Perlinsos
"Cita-cita besar yang diusung Kampoong Ecopreneur adalah mewujudkan konsep One Family One Ecopreneur, yakni satu keluarga memiliki satu entrepreneur berbasis ekologi," kata Jamil dalam sambutannya di Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Kamis (2/7/2026).
Acara tersebut turut dihadiri Ketua Yayasan DT Peduli M. Bascharul Asana, Director of Impact & Civilization DT Peduli Fahrizal Amir, Head of Division Impact & Civilization Dede Sugih Hartono, serta jajaran pengurus dari kedua lembaga.
Jamil menjelaskan, Kampoong Ecopreneur menerima amanah pengelolaan lahan seluas 1,7 hektare di Leuwisadeng pada awal Desember 2025. Sejak saat itu, kawasan tersebut dikembangkan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat dan pendidikan berbasis nilai spiritual serta kewirausahaan. Saat ini, pembangunan asrama santri telah berjalan, sementara aula sementara untuk kegiatan pendidikan dan pertemuan juga telah berdiri.