“Mudah-mudahan ini salah satu wujud SIG, yaitu sistem informasi geografis yang memungkinkan kita memonitoring dengan jelas,” katanya.
Ia mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya agar turut mengembangkan aplikasi serupa untuk memperkuat proses monitoring dan evaluasi.
“Mudah-mudahan OPD yang lain juga bisa membuat aplikasi yang lebih memudahkan emonev ini,” ujarnya.
Hakanna optimis bahwa program Bogor Beres akan berjalan lebih baik dengan dukungan teknologi dan kolaborasi antarinstansi.
“Saya yakin ke depan Bogor Beres bisa terlaksana dengan baik dari semua sektornya,” tegasnya.
Namun, ia menekankan bahwa kecanggihan aplikasi harus dibarengi dengan kualitas sumber daya manusia yang mengelola data.
“Yang paling utama adalah aplikasi ini sudah canggih, tetapi harus didukung oleh SDM yang menampilkan dan mendaftarkan data secara valid. Jika datanya tidak valid, semuanya akan sia-sia,” jelasnya.