"Data dari BPS menunjukkan pola konsumsi pangan masyarakat Bogor, khususnya umbi-umbian dan sayur-buah, masih jauh dari angka ideal," jelasnya. 

Tahun 2024 lalu, konsumsi umbi baru 37 gram per kapita per hari dari ideal 95 gram. Ini alarm bagi kita semua," kata Rosi.

Ia menekankan, melalui kegiatan ini, DKP ingin mengajak semua pihak baik masyarakat umum, perangkat desa, hingga lembaga pemerintah untuk mengambil peran dalam mendukung konsumsi pangan lokal. 

Baca Juga: Hadiri Hari Jadi Bogor ke-543 di Pakansari, KPK Bersama Pemkab Bogor Deklarasi Antikorupsi

Bahkan, DKP mendorong agar menu rapat dan konsumsi dinas juga mengutamakan olahan berbasis bahan lokal.