Rosi Luliastini menambahkan, pangan lokal memiliki keunggulan lebih dibanding pangan impor, terutama dari sisi keamanan dan kandungan gizi.
Baca Juga: Festival Desa Wisata di Kabogorfest, Rudy Susmanto: Dorong Potensi Lokal Jadi Fondasi Ekonomi Daerah
Pangan lokal diproduksi oleh petani lokal, sehingga rantai produksinya lebih terjamin dan mendukung UMKM serta ketahanan ekonomi daerah.
Selain demo masak, DKP juga melaksanakan berbagai kegiatan lain selama Bogorfest, antara lain. Gerakan Bagi Sayuran (BAGAS) untuk mengurangi food waste dari sayur dan buah yang penampakannya tidak sempurna namun tetap bergizi.
Kemudian, Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.
Gempar Beriman, kampanye konsumsi pangan segar yang telah memiliki izin edar dari BPOM atau instansi berwenang.
Baca Juga: Dispora Gaungkan Permainan Tradisional ke Masyarakat di Kabogorfest 2025, Lestarikan Budaya Lokal
DKP juga meluncurkan kampanye konsumsi pangan lokal melalui program bertema, Selasa: Mari Santap Singkong (Masasi). Rabu: Rabu Cihuy, Cinta Tahu dan Singkong (Cintahuy) dan Jumat: Jumat Sori Tu Say Bu, Sok Riryungan Tuang Sayur Buah.