Saat ini, dalam mengisi bahan bakar listrik di SPKLU, setiap kendaraan bisa memakan waktu yang cukup. Sehingga kehadiran SPKLU di hotel dan restoran bisa menjadi ekosistem ekonomi baru yang akan berdampak pada masyarakat.
"Nah, kalau saja ini disebarkan di hotel, restoran, masyarakat yang menunggu sambil cas, bisa sambil menikmati kuliner. Pengeluaran untuk charging murah, sehingga ada opportunity untuk hotel dan restoran meng-generate dari makanan dan minuman," ucapnya.
Ketua PHRI Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay, mengatakan bahwa kegiatan ini digagas oleh PLN UP3 Bogor dalam memberikan sosialisasi kepada pemilik dan pengelola hotel sebagai bisnis tambahan, supporting ekosistem di dalam penggunaan EV.
Baca Juga: Jelang HUT RI ke 80, PLN UPT Bogor Sukses Energize Trafo Gi Ubrug, Perkuat Penyaluran Energi Bersih
"Saat ini memang 63 persen kendaraan yang dibeli adalah EV, 37 persen konvensional. Jadi di tengah keadaan bisnis yang sedikit melandai sejak Januari, PLN mengajak diskusi untuk juga menjadi peluang potensi ekonomi bagi perhotelan dan hari ini kita sosialisasikan bersama," ujarnya.
Ia menambahkan, hal ini juga sejalan untuk effort besar dalam menciptakan segmen baru perhotelan, yang semula government market menjadi tourism.
"Memang perlu penyiapan infrastruktur, SDM masyarakat, promosi, sosialisasi, dan sebagainya, sehingga Bogor jadi destinasi wisata dan hotel, tidak hanya mengandalkan dari segmen market government dengan adanya fasilitas SPKLU," ujarnya.