Tim ini terdiri dari tenaga medis dan paramedis dari berbagai instansi. Antara lain tim dari Diskanak Kabupaten Bogor 78 orang, Petugas Peternakan Swadaya (PPS) 28 orang.
Mahasiswa Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) 100 orang, tim dari Kementerian Pertanian 5 orang, tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat 3 orang dan Dokter Hewan Praktek (PDHI Jabar) sebanyak 10 orang.
"Kegiatan ini bukan hanya bentuk pengawasan, tetapi juga edukasi dan perlindungan kepada masyarakat. Kita ingin pastikan daging kurban yang dikonsumsi masyarakat Kabupaten Bogor memenuhi prinsip ASUH: Aman, Sehat, Utuh, dan Halal," ujar Nurhayati.
Baca Juga: Pedagang Hewan Kurban di Kota Bogor Mulai Ramai Pembeli
Sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit hewan, Diskanak juga telah melaksanakan vaksinasi antraks dan PMK terhadap sapi, kerbau, kambing, dan domba.
Sebanyak 2.000 dosis vaksin antraks diberikan pada bulan Mei 2025 dalam dua tahap, dan vaksinasi PMK dilakukan secara bertahap dari Mei hingga November 2025.
Nurhayati juga menyampaikan bahwa pemerintah menyediakan fasilitas pemotongan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) milik Pemkab Bogor, yaitu RPH Cibinong, RPH Jonggol, dan RPH Galuga.
Selain itu, dilakukan pula sosialisasi melalui surat edaran ke kecamatan dan kelurahan, media cetak dan elektronik, serta Radio Tegar Beriman.
Salah satu kegiatan penting lainnya adalah workshop pengembangan kader penanganan hewan kurban yang dilaksanakan pada 22 Mei 2025 di Dharmawan Park dan RPH Cibinong.