BOGOR, CEKLISSATU.COM - Pemkab Bogor memulai babak baru penyaluran bantuan sosial dengan menjadikan Desa Bojonggede sebagai pilot project digitalisasi bansos melalui Portal Perlinsos.
Sistem melalui Portal Perlinsos dirancang untuk mempercepat verifikasi data penerima sekaligus memastikan bansos benar-benar diterima oleh warga yang berhak.
Dalam uji coba itu, sekitar 200 orang warga Desa Bojonggede dilayani agar terdata di aplikasi Perlinsos.
Ketua Tim Pengelolaan Data Kemiskinan Daerah Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Ferry Ando, menjelaskan bahwa pada tahap awal kegiatan ini menyasar masyarakat penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah terdaftar sebagai penerima bantuan (existing) untuk dilakukan verifikasi ulang.
"Hari ini kami melaksanakan pilot project digitalisasi bantuan sosial melalui Portal Perlinsos. Melalui aplikasi ini kami melakukan verifikasi ulang terhadap penerima bansos untuk mengetahui apakah mereka masih memenuhi syarat sebagai penerima bansos atau tidak. Hasil pengecekan dapat diketahui secara langsung," ujar Ferry, dikutip dari keterangannya, Rabu (1/7/2026).
Ia menjelaskan, proses verifikasi diawali dengan pengecekan kepemilikan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Baca Juga: Jemput Bola dan Labelisasi Bansos, Pemkab Bogor Bidik Penerima Tak Tepat Sasaran
Bagi masyarakat yang membawa telepon seluler, aktivasi IKD dilakukan terlebih dahulu melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), kemudian data mereka diverifikasi melalui Portal Perlinsos.
Sementara itu, masyarakat yang tidak memiliki atau tidak membawa telepon seluler tetap dapat mengikuti proses verifikasi melalui petugas atau agen yang telah disiapkan. Dengan mekanisme tersebut, seluruh peserta dapat mengakses layanan tanpa terkendala perangkat.
Menurut Ferry, Portal Perlinsos nantinya tidak hanya dimanfaatkan untuk memverifikasi penerima bantuan sosial yang sudah ada, tetapi juga akan menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengetahui status kelayakan mereka sebagai penerima bantuan sosial.
"Harapannya, masyarakat yang selama ini merasa belum pernah menerima bantuan sosial dapat mengetahui penyebabnya secara lebih jelas. Seluruh proses dilakukan berdasarkan hasil pemadanan data dari berbagai kementerian dan lembaga sehingga penetapan penerima bantuan menjadi lebih objektif dan tepat sasaran," jelasnya.
Ia menambahkan, Portal Perlinsos telah terintegrasi dengan berbagai basis data pemerintah, diantaranya data perpajakan, kepemilikan kendaraan bermotor roda empat, data pelanggan PLN, Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta sejumlah basis data kementerian dan lembaga lainnya.
Integrasi tersebut menjadi dasar dalam menentukan kelayakan penerima bansos.
Baca Juga: Digitalisasi Bansos Tekan Kesalahan Data, Gus Ipul: Target Error Dibawah 5 Persen
Pelaksanaan uji coba di Desa Bojonggede melibatkan berbagai perangkat daerah dan instansi, di antaranya Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Kementerian Sosial beserta jajaran terkait, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta pemerintah desa dan kecamatan.
Pemkab Bogor berharap digitalisasi bantuan sosial dapat meningkatkan kualitas pendataan, mempercepat proses verifikasi, serta memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Ke depan, implementasi Portal Perlinsos diharapkan dapat diperluas ke wilayah lain di Kabupaten Bogor sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola perlindungan sosial yang lebih efektif dan berbasis data.