BOGOR, CEKLISSATU.COM - Kinerja Satpol PP Kota Bogor kini tengah berada di bawah sorotan tajam.
Imbas banyaknya aduan warga terkait dugaan pelanggaran oknum di lapangan, Wali Kota Bogor, Dedie Rachim langsung menginstruksikan evaluasi total terhadap seluruh personel.
Dedie mengingatkan agar keberadaan oknum bermasalah tidak menjadi beban bagi organisasi, bahkan Pemkot Bogor siap mengambil langkah pemecatan demi menjaga ketertiban kota.
Baca Juga: Keributan di Tipzy Bears Makin Meresahkan, DPRD Segera Panggil Satpol PP Kota Bogor
“Aduan itu masuk melalui Si Badra, melalui WhatsApp, melalui DM, banyak. Makanya kita kumpulkan hari ini. Saya ingin Kasatpol PP mengevaluasi. Kalau betul itu terjadi, tentu kita ambil langkah yang tegas,” ujar Dedie Rachim saat saat memimpin Apel Besar Satpol PP Kota Bogor di Plaza Balai Kota Bogor, Selasa (7/7/2026).
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Bogor tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap aparatur yang terbukti melanggar aturan.
“Kalau memang ada anggota yang sudah tidak bisa membantu kinerja Satpol PP, tentu jangan membebani organisasi,” katanya.
Baca Juga: Garasi Diatas Trotoar Jalan Ambon Bandung Viral sebagai Tempat Parkir, Akhirnya Dibongkar Satpol PP
Dedie menambahkan, tahun 2026 menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Satpol PP.
Menurutnya, masyarakat menginginkan Kota Bogor yang aman, bersih, tertib, dan indah, sehingga kinerja Satpol PP harus mampu menjawab harapan tersebut.
“Tahun ini menjadi tahun evaluasi kita. Kita tidak bisa menunggu. Masyarakat ingin Kota Bogor aman, sehat, bersih, dan indah. Indikatornya terlihat secara kasat mata, seperti tidak adanya PKL yang berjualan sembarangan dan lingkungan yang tertata,” ujarnya.
Baca Juga: Dedie Rachim Lantik Pejabat Baru Pemkot Bogor, Kasatpol PP dan Kepala DLH Emban Tugas Berat
Ia juga menegaskan bahwa anggota yang dinilai tidak efektif atau tidak memiliki kompetensi di bidang tugasnya akan dievaluasi.
“Kalau memang tidak bisa, tentu ada anggota yang tidak efektif atau memang bukan tempat kerjanya di situ, tidak memiliki passion di bidang tersebut. Ya tentu harus kita geser, kita pindah, atau bahkan kita berhentikan,” tegasnya.
Selain menyoroti evaluasi kinerja, Dedie juga meminta seluruh anggota Satpol PP Kota Bogor menjaga kebugaran fisik agar tetap prima dalam menjalankan tugas di lapangan.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Bogor Segel Kafe di Jalan Pajajaran, Ini Alasannya
“Kerja lapangan membutuhkan kombinasi mental, fisik, dan kemampuan berpikir. Jangan sampai karena sering bertugas malam lalu lupa berolahraga dan pola makan tidak sehat. Akhirnya tugas berat, tetapi kondisi tubuh justru sakit-sakitan. Saya minta seluruh anggota Satpol PP rutin menjaga kebugaran fisik,” katanya.
Menanggapi video viral terkait dugaan keributan di salah satu tempat hiburan malam (THM) di Kota Bogor, Dedie meminta koordinasi antara Satpol PP, TNI, Polri, serta aparatur wilayah semakin diperkuat untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Saya minta koordinasi TNI, Polri, Satpol PP, termasuk wilayah, untuk memonitor lebih serius persoalan-persoalan sosial yang muncul. Lakukan monitoring, evaluasi, dan berikan peringatan kepada pengelola agar hal-hal seperti itu tidak terulang,” ujarnya.
Baca Juga: Razia THM Bocor di Kemang, Sat Pol PP Tak Temukan Pelanggaran
Terkait kemungkinan ditemukannya pelanggaran saat inspeksi mendadak di tempat hiburan malam, seperti persoalan perizinan maupun penjualan minuman keras,
Dedie memastikan seluruh tindakan akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Nanti sesuai aturan. Aturannya sudah ada. Tinggal ditegakkan siapa yang melakukan. Satpol PP memiliki sistem kerja bergiliran sehingga proses monitoring bisa terus dilakukan,” tutupnya.