JAKARTA, CEKLISSATU - Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh mengatakan, pentingnya melakukan evaluasi pelaksanaan job fair.

Nova mengatakan, evaluasi itu penting,  guna memastikan job fair efektif dalam mempertemukan para pencari kerja dengan lapangan pekerjaan yang sesuai.

Harapannya, job fair dapat menjadi wadah efektif bagi para pencari kerja dengan adanya interaksi langsung dengan perwakilan perusahaan, hingga kesempatan untuk mengikuti tes rekrutmen atau wawancara.

Baca Juga: Job Fair Kabupaten Bogor Sediakan 1.824 Lowongan Kerja, Begini Respon Bupati Rudy Susmanto

"Bagaimana job fair ini harus mewadahi untuk masyarakat-masyarakat yang punya potensi dalam hal terkonektivitas dengan perusahaan-perusahaan," kata Nova dalam keterangannya, Kamis (19/6/2025).

Selain itu, Nova menilai, Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta perlu melibatkan Pusat Pelatihan Kerja Daerah dan Pelatihan Mobile Training Unit dalam rangka mengintegrasikan kegiatan job fair.

Tujuannya, memberikan akses pelatihan bagi para pencari kerja yang belum memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Baca Juga: Job Fair 2024 Pemkab Bogor Ajak Warga Manfaatkan Peluang Kerja

Dengan adanya koneksi tersebut, job fair tidak hanya menjadi ajang mencari pekerjaan, tetapi juga menjadi wadah pengembangan diri dan peningkatan kompetensi.

"Kita punya pelatihan pusat-pusat pelatihan kita, tentunya pusat-pusat pelatihan ini harus terinterkoneksi dengan job fair yang ada," kata dia.

Menanggapi hal itu, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati mengatakan, Disnakertransgi DKI Jakarta mengevaluasi kegiatan job fair setiap tiga bulan sekali.


Hal itu untuk mengukur efektivitas acara dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Terutama terkait penyerapan tenaga kerja, peningkatan citra perusahaan, dan interaksi langsung dengan para pencari kerja.


"Setiap tiga bulan akan kami evaluasi," pungkas Suharini.