Dalam paket wisatanya, pengunjung diajak menelusuri sejarah Kampung Eling melalui kunjungan ke enam situs bersejarah, yakni Situs Langlangbuana, Cakrabuana, Sinamanggala, Kabayan, Mbah Jangkung, dan Darmakusuma. Berdasarkan hasil penelitian, keenam situs tersebut diperkirakan merupakan peninggalan abad ke-9 hingga ke-10 Masehi, sehingga memiliki nilai sejarah dan edukasi yang tinggi.
Saung Eling mulai berdiri pada tahun 2020, pasca pandemi Covid-19. Saat itu, Ahmad membangun saung kecil sebagai tempat pembibitan jambu kristal. Tanpa disangka, saung tersebut justru ramai dikunjungi warga dan kerabat, bahkan dari pagi hingga malam hari.
Baca Juga: Pengendara Motor dari Virginia Meninggal Dunia Usai Alami Kecelakaan Lalu Lintas
“Karena saungnya kecil dan sering penuh, ada teman yang menyarankan untuk membuat saung yang lebih besar. Warga juga ikut membantu secara swadaya,” katanya.
Meski sempat muncul kekhawatiran terkait pembatasan aktivitas selama pandemi, Ahmad berinisiatif berkoordinasi dengan pengurus RT, RW, hingga pihak kelurahan. Langkah tersebut mendapat respons positif. Pihak Kelurahan, Koramil, dan Polsek bahkan sempat berkunjung langsung ke Saung Eling.
Seiring meningkatnya jumlah pengunjung, Saung Eling kemudian menjadi tempat singgah komunitas sepeda yang melintas. Banyak pesepeda berhenti untuk beristirahat dan menanyakan kopi serta makanan. Dari situlah warga mulai membuka usaha kuliner, sekaligus muncul ide untuk mengembangkan paket wisata kampung.