JAKARTA, CEKLISSATU – Sebagai upaya diversifikasi sumber pendapatan, Chief Eksekutif Officer (CEO) Twitter, Elon Musk memperkenalkan fitur monetisasi bagi para pembuat konten di Twitter.

Monetisasi konten dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan iklan yang menurun pada tahun lalu menjelang akusisi senilai US$44 miliar yang ditutup pada Oktober.

Elon Musk menjelaskan, potongan perusahaan dari langganan di platform iOS dan Android akan turun menjadi 15 persen pada tahun kedua dari 30 persen tahun pertama, seperti dilansir dari Reuters, Minggu 30 April 2023.

Baca Juga : Pengiklan Twitter Turun Hingga 89% Sejak Diambil Alih Elon Musk

Selain meningkatkan pendapatan, monetisasi konten Twitter juga sebagai upaya untuk meningkatkan pengguna di platform media sosial tersebut.

Elon Musk mengatakan, saat ini Twitter memiliki 1.500 karyawan, turun dari 8.000 karyawan yang dipekerjakan pada saat akuisisi. Pengurangan ini setara dengan sekitar 80 persen dari jumlah staf perusahaan.

“Hal ini sama sekali tidak menyenangkan dan terkadang menyakitkan,” kata Elon Musk.

Dia mengatakan, tindakan drastis diperlukan sejak dia mengambil alih Twitter karena perusahaan menghadapi situasi arus kas negatif sebesar US$3 miliar.

“Ini bukan situasi yang peduli atau tidak peduli. Ini seperti, jika seluruh kapal tenggelam, maka tidak ada yang punya pekerjaan,” tutup Elon Musk.