"Kami menghadirkan kegiatan berbasis budaya yang bisa diikuti semua kalangan. Didukung lokasi di kawasan Gunung Gede Pangrango, suasana alamnya sangat mendukung untuk kegiatan edukasi maupun pelestarian budaya," ungkapnya.

Ke depan, Lingkung Gunung juga akan menambah berbagai aktivitas seperti permainan egrang, menanam pohon, tari tradisional, hingga kegiatan mindful camping dan mindful trekking yang mengajak peserta lebih dekat dengan alam sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan.

Selain itu, Sanggar Alam diharapkan menjadi alternatif kegiatan yang mampu mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan gadget

"Kami ingin mengurangi intensitas anak bermain gadget dengan mengalihkan perhatian mereka ke alam, kesenian, dan kebudayaan yang dikemas dalam aktivitas yang seru dan edukatif," tuturnya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti program ini dapat melakukan reservasi melalui akun media sosial Lingkung Gunung Adventure Camp, Sanggar Alam, maupun Suaka Cafe, atau datang langsung ke lokasi. 

"Untuk pemesanan rombongan disarankan dilakukan paling lambat dua bulan sebelum pelaksanaan agar tidak berbenturan dengan jadwal kegiatan lainnya. Minimal peserta untuk pemesanan grup sebanyak 20 orang, sedangkan kegiatan publik dapat diikuti secara individu sesuai jadwal yang telah ditentukan," pungkasnya.

Handy Purnama