BOGOR, CEKLISSATU.COM - Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin melakukan pengecekan terhadap sejumlah tempat parkir motor di Jalan Mayor Oking, Kota Bogor, Rabu (12/8/2026).
Pengecekan tersebut dilakukan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan adanya pengelola penitipan parkir motor yang belum menaati aturan, khususnya dalam penggunaan bahu jalan, trotoar, serta fasilitas publik lainnya.
Jenal mengimbau para pemilik dan pengelola parkir motor agar mematuhi ketentuan yang berlaku.
Ia menegaskan, trotoar merupakan fasilitas bagi pejalan kaki sehingga tidak semestinya digunakan sebagai lokasi komersial maupun tempat penitipan kendaraan.
"Pertama, lebih mengimbau kepada para pemilik parkir motor untuk taat penggunaan bahu jalan, trotoar, dan fasilitas lainnya agar mereka tidak menggunakan trotoar sebagai tempat yang dikomersialisasi atau tempat yang dijadikan penitipan. Karena akses pejalan kaki tertutup," kata Jenal.
Jenal mengatakan, pengecekan terhadap lokasi tersebut bukan kali pertama dilakukan. Hingga saat ini, pihaknya telah melakukan pemeriksaan sekitar lima kali, termasuk pengecekan yang dilakukan dua hari sebelumnya oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub).
Baca Juga: Target Rp4 Miliar dari Parkir, Jenal Mutaqin Sidak Langsung 50 Jukir di Jalan Suryakencana Bogor
Namun, berdasarkan laporan yang diterimanya, masih ditemukan sejumlah pengelola yang diduga belum memenuhi ketentuan.
Karena itu, Jenal kembali turun ke lapangan untuk memastikan kepatuhan sekaligus mengecek kewajiban perpajakan kendaraan yang menjadi sumber pendapatan daerah.
"Pada saat dicek oleh petugas masih ada beberapa yang nakal, laporan ke saya. Sehingga hari ini saya balik lagi memastikan, sekaligus sekalian kita cek kewajiban pajak motor yang harus masuk ke kas daerah. Dari hasil temuan di lapangan, memang ada beberapa hal yang harus dan butuh tindak lanjut lebih dalam. Pertama, ada yang belum masuk WP (Wajib Pajak) dan itu loss potential," ujarnya.
Selain persoalan kepatuhan penggunaan fasilitas publik, Jenal juga menyoroti kesesuaian antara aktivitas parkir dengan pelaporan pajak yang dilakukan oleh pengelola.
Menurutnya, terdapat indikasi ketidaksesuaian antara jumlah kendaraan yang dititipkan dengan angka yang dilaporkan.
Pemerintah Kota Bogor pun melakukan pengecekan secara langsung melalui penghitungan jumlah kendaraan di lapangan.
"Kemudian yang kedua, ada yang menurut kacamata saya tidak wajar dari apa yang mereka hasilkan. Self assessment menghitung, lapor sendiri, menghitung sendiri, setor sendiri, bukan berarti tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Kita uji petik manual, teman-teman Dishub tadi menghitung, staf saya menghitung motor, jumlah harian existing enggak wajar angkanya," terang Jenal.
Menindaklanjuti temuan tersebut, kata Jenal, Pemerintah Kota Bogor, berencana mengundang seluruh pemilik atau pengelola lahan parkir motor ke Balai Kota Bogor.
Baca Juga: Wali Kota Bogor Tinjau Uji Coba Pemindahan Sisi Parkir di Jalan Surya Kencana, Ini Fungsinya
Jenal menyebutkan, terdapat sekitar 21 titik parkir swasta di kawasan tersebut. Pemerintah tidak hanya akan mengecek kewajiban pajaknya, tetapi juga memastikan legalitas usaha masing-masing pengelola.
"Di sini titiknya kurang lebih 21 titik parkiran swasta. Jadi selain kita cek ketaatan pajaknya, juga cek legalitas usahanya. Nanti kita bahas, kita undang pemilik langsung ke Balai Kota bersama seluruh OPD terkait," ungkapnya.
Dalam pengecekan terpadu tersebut, Pemkot Bogor juga mulai menyiapkan langkah penataan kawasan, termasuk pemanfaatan teknologi untuk mengawasi aktivitas parkir.
Jenal mengatakan, pemerintah berencana memasang kamera pengawas berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat membantu menghitung jumlah kendaraan yang masuk ke lokasi parkir secara otomatis.
"Dan hari ini saya cukup banyak didampingi oleh OPD karena ini sidak terintegrasi. Jadi trotoarnya mau kita tata, CCTV kita pasang berbasis AI. Jadi CCTV-nya bisa menghitung langsung angka motor yang masuk ke parkiran berapa. Alhamdulillah saya sudah menjumpai pihak IT yang mampu membuat CCTV tersebut," bebernya
Comment