BOGOR, CEKLISSATU – Iklim pesta demokrasi di Kabupaten Bogor kian terasa, baliho wajah-wajah para calon bupati Bogor 2024 menghiasi setiap ruas jalan mulai dari perkotaan hingga pelosok desa Kabupaten Bogor.

"Ihtiar politik yang dilakukan para bakal calon bupati Bogor sudah sangat terasa, bahkan semakin panas. Mulai dari alat peraga kampanye, hingga safari politik ke setiap partai politik pun sudah dilakukan para bakal calon bupati Bogor," ungkap Direktur Eksekutif LS Vinus, Yusfitriadi.

Calon satu-satunya dari Partai Golkar, Ade Ruhandi atau Jaro Ade merupakan kandidat terkuat dengan menduduki posisi teratas hasil survei yang dilakukan LS Vinus, dengan meraih angka 35,56 persen, Jaro Ade mengungguli calon bupati Bogor lainnya.

"Jaro Ade kandidat terkuat untuk Pilkada Kabupaten Bogor 2024 ini. Karena tokoh politisi Golkar ini punya modal pengalaman saat dirinya maju dalam Pilbup 2018 lalu, dan selalu merawat kantong-kantong suaranya," ucap Yusfitriadi.

Baca Juga : Silaturahmi ke PDIP Jawa Barat, Jaro Ade Disambut Ono Surono, Bahas Pemilihan Bupati Bogor 2024

Karir pejalanan politik Jaro Ade hingga menjadi tokoh di Kabupaten Bogor, bukan didapatkan secara instan. Karir politiknya dimulai dari menjadi kepala desa hingga ketua DPRD Kabupaten Bogor.

Hal yang wajar setiap hajat demokrasi pemilihan presiden, Jaro Ade selalu ditunjuk menjadi ketua tim pemenangan untuk wilayah Kabupaten Bogor.

"Jasa Jaro Ade cukup besar, kontribusi Jaro Ade untuk memenangkan pasangan Prabowo-Gibran di Kabupaten Bogor beliau buktikan dengan raihan suara yang sangat signifikan. Bahkan, hasil suara di Desa Cileuksa, Sukajaya menjadi perdebatan saat sidang gugatan Pilpres di MK," beber Yusfitriadi.

Namun, lanjut Yusfitriadi, berbanding terbalik dengan Gerindra sebagai partai pemenang Pilpres 2024 yang tidak linier ke bawah. 

Baca Juga : Bentuk Cinta dan Dukungan ke Bakal Calon Bupati Bogor 2024, Warga Gotong Royong Pasang Baliho Jaro Ade

Di tingkat Kabupaten Bogor justru suara Gerindra menurun, hal itu terbukti adanya pengurangan kursi di DPRD Kabupaten Bogor dari 14 kursi menjadi 12 kursi.

"Artinya sudah jelas kemenangan pasangan Prabowo-Gibran, karena ketokohan seorang Jaro Ade yang melekat di hati masyarakat Kabupaten Bogor," ucap Yusfitriadi.

Menjadi hal yang mungkin jika Pilkada Kabupaten Bogor 2024 ini, banyak partai politik yang merapat ke Jaro Ade dan ingin berkoalisi dengan Golkar.

Yusfitriadi menilai, kedewasaan berpikir Jaro Ade ia tunjukan dengan menghormati semua mekanisme partai politik. Jaro Ade pun mendaftarkan dirinya ke setiap Parpol sebagai bakal calon bupati Bogor 2024.

"Hampir semua partai politik yang membuka pendaftaran calon bupati Bogor 2024, Jaro Ade mendaftarkan dirinya. Karena beliau satu-satunya figur yang mendapat surat tugas langsung dari DPP Golkar," tutur Yusfitriadi.

Sedangkan, kata Yusfitriadi, calon dari partai politik lainnya, tidak mengambil formulir dan mendaftarkan diri. 

Yusfitriadi mencontohkan, partai Gerindra hingga saat ini belum menunjuk siapa figur yang akan maju di Pilkada Kabupaten Bogor 2024.

"Kemudian ada ibu Elly Yasin, beliau baru dapat surat rekomendasi dari DPC PPP saja, sedangkan surat rekomendasi dari PPP pusat belum turun," kata Yusfitriadi.

Kendati demikian, kemungkinan-kemungkinan bisa terjadi dalam politik. Waktu tersisa kurang dari dua bulan untuk mendaftarkan pasangan calon bupati dan wakil bupati Bogor 2024 ke KPU.

"Mungkin saja Gerindra sudah menunjuk figur yang bakal maju di Pilbup Bogor 2024 ini, pun demikian dengan PPP mungkin sudah mengeluarkan rekomendasi, hanya mereka belum membukanya saja, kita tunggu saja nanti," tutup Yusfitriadi.