BANDUNG, CEKLISSATU - Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Barat nomor urut 3 Ilham Habibie, saat melakukan kegiatan kampanyenya bertemu dengan para pemerhati lingkungan hidup di Kota Bandung menyampaikan pandangannya mengenai permasalahan sampah Bandung Raya.
Menurut Cawagub Ilham Habibie, sampah harus bisa dimanfaatkan melalui pendekatan inovatif dan kolaboratif.
“Saya melihat isu lingkungan hidup, khususnya sampah, sebagai masalah sentral. Tapi menurut saya, jangan hanya dilihat sebagai masalah dan tantangan, melainkan sebagai peluang,” kata Cawagub Ilham Habibie di Bandung, Minggu 3 November 2024.
Baca Juga : ASIH Resmi Daftar Pilgub Jabar, Ahmad Syaikhu Bersama Ilham Habibie Miliki Kekuatan Iman dan Takwa
Ilham Habibie menekankan pentingnya menyelesaikan persoalan sampah secara struktural.
Sebab, menurutnya, cara-cara konvensional yang hanya menumpuk sampah tanpa pengolahan, justru akan menimbulkan beban lebih besar bagi lingkungan.
Ia menyoroti perlunya melibatkan berbagai pihak, terutama industri yang memiliki kapasitas mengolah sampah.
Baca Juga : Dewan Dakwah Jawa Barat Deklarasi Dukung Pasangan Asih di Pilgub Jabar
Sebab dengan inovasi, teknologi, dan kolaborasi antara berbagai pihak, sampah bisa menjadi peluang ekonomi baru.
“Kita harus banyak mengolah sampah. Baik sampah organik yang bisa dijadikan pupuk atau bahan bakar, maupun sampah nonorganik yang bisa didaur ulang menjadi produk baru. Ini langkah fundamental yang harus dilakukan,” jelas Ilham.
Disinggung belum rampungnya pembangunan Tempat Pengolahan Akhir (TPA) regional seperti Legok Nangka dan Lulut Nambo, Ilham menilai, solusi jangka panjang tidak dapat hanya mengandalkan TPA.
Baca Juga : Survei Sebut ASIH Hanya 10,98 Persen di Pilgub Jabar, Haru Suandharu: Kami Tidak Terkejut
Sebagai langkah efektif, ia mengusulkan pengolahan sampah menyeluruh agar bisa menghasilkan manfaat ekonomis.
“Jika hanya mengandalkan pembuangan saja, kita tetap akan menumpuk sampah. Artinya, kita harus melakukan pengolahan yang menyeluruh. Bisa diolah menjadi energi dalam bio reaktor dan sebagainya,” tegas Ilham.
Senada dengan Ilham, anggota DPR RI dari Fraksi PKS Diah Nurwitasari mengatakan, masalah lingkungan hidup khususnya sampah, masih menjadi pekerjaan rumah bagi Jawa Barat.
Baca Juga : Atasi Sampah di Pasar Induk Gedebage, Pj Wali Kota Bandung: Sanksi Pedagang yang Tidak Lakukan Pemilahan
Maka dari itu, Diah menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengolah sampah sejak dini. Salah satunya meningkatkan edukasi ke ranah pendidikan.
"Kita ingin pengolahan sampah menjadi muatan lokal dalam pendidikan-pendidikan dari usia dini mulai dari TK, SD, dengan pembiasaan," kata Diah.
"Pengalaman hidup Pak Ilham sendiri di Jerman. Kenapa orang Jerman itu sangat bersih? Karena memang terjadi pembiasaan sejak dini," sambungnya.
Baca Juga : Gunakan Metode Magotisasi, Bank Sampah Berseri Nyengseret Olah 791,2 Kg Sampah Anorganik dalam 10 Hari
Dirinya juga mendorong agar masyarakat selalu dilibatkan dalam pengelolaan sampah. Karena salah satu kontribusi sampah terbanyak, berasal dari sampah rumah tangga.
"Misalnya seperti pengelolaan mulai dari tingkat RW, yang itu harus mendapatkan dukungan dari pemerintah secara kebijakan. Kita rangkul mereka, karena pemerintah tidak bisa sendirian, masyarakat harus dilibatkan," tutup Diah.
Comment