BOGOR, CEKLUSSATU – KPU Kota Bogor lakukan simulasi terkait penggunaan aplikasi Sistem Rekapitulasi (Sirekap) yang akan digunakan pada Pilkada 2024.
Komisioner KPU Kota Bogor Ferry Buchori Muslim mengatakan, Sirekap yang sebelumnya hanya sebagai alat bantu pada tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan di atasnya, akan tetap digunakan pada Pilkada 2024.
“Evaluasi Sirekap dilakukan untuk menyempurnakan permasalahan yang muncul pada Pemilu 2024 lalu,” kata dia.
Baca Juga : Aplikasi Sirekap Banyak Dikeluhkan PPS di Kecamatan se-kabupaten Bogor
Ferry menambahkan, proses evaluasi ini dilakukan secara serentak di tingkat nasional.
“Fokus evaluasi kali ini adalah terkait dengan masalah jaringan internet, mengingat aplikasi Sirekap memerlukan koneksi yang stabil, meskipun dapat dioperasikan secara offline,” terangnya.
Ferry menegaskan bahwa di wilayah Kota Bogor tidak ada area yang tergolong “blank spot” atau tidak terjangkau jaringan internet.
Baca Juga : Aplikasi Sirekap KPU Cederai Kepercayaan Rakyat Indonesia
“KPU RI juga sudah mengantisipasi berbagai situasi, termasuk perubahan cuaca. Sirekap masih bisa digunakan secara offline, dan begitu internet tersedia, data dapat segera diunggah,” jelas Ferry.
Dari segi keamanan, Ferry memastikan bahwa aplikasi ini sudah lebih aman, dengan uji beban yang dilakukan pada simulasi hari ini.
Dia juga optimis beban penggunaan aplikasi pada Pilkada nanti akan lebih ringan dibanding Pemilu 2024, karena hanya ada dua kotak suara yang diproses.
Baca Juga : Keluhkan Hasil Hitung Sirekap Berubah, Bima Arya Sebut Banyak Suara Yane Ardian Tiba-tiba Berkurang
“Hari ini lebih kepada uji beban, karena pada saat hari H, 27 November 2024, aplikasi ini akan digunakan serentak mulai dari tingkat Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS),” ujarnya.
“Hasil penghitungan suara di TPS akan langsung difotokan melalui aplikasi Sirekap,” lanjut Ferry.
Dengan persiapan yang matang, Ferry yakin aplikasi Sirekap akan berfungsi optimal pada Pilkada 2024.
(Febrian Batara Aditya Rahman)
Comment