BOGOR, CEKLISSATU - Dalam persiapan menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) tepatnya Pemilihan Legislatif (Pileg) pada tahun 2024 mendatang, Partai Gerindra Kota Bogor telah menyiapkan 50 bakal calon legislatif (bacaleg) yang tersebar di lima dapil se-Kota Bogor.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin. Menurut Kang JM sapaan akrabnya, semua data bacaleg sudah ada di sekretariat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Bogor yang dinamakan Figur Wilayah.

"Nama-namanya sudah ada di DPC. Dan hari ini bacaleg tersebut dinamakan sebagai Figur Wilayah yang di setiap kelurahan ditugaskan. Para figur wilayah ini yang kedepan akan didaftarkan sebagai bakal calon anggota legislatif," ucap Kang JM kepada CeklisSatu.com, kemarin.

Kang JM menegaskan, kepada para figur wilayah untuk gencar memberikan edukasi tentang pendidikan politik. Sebab, pendidikan politik sangat penting dan harus disampaikan ke masyarakat bahwa warga memilih anggota dewan fungsinya apa? Warga memilih partai tujuannya apa? Jangan membodohi masyarakat.

"Karena saya sudah 3 periode di dewan sudah mencoba melakukan pendidikan politik, misal saja di Sindangrasa, mereka akhirnya paham bahwa tujuan memilih dewan itu bukan pada saat kampanye saja yang dapat dirasakan oleh warga, tetapi selama 5 tahun kedepan apa yang diberikan dewan itu sesuai tugas dan fungsinya sebagai wakil wakyat," jelasnya.

"Jadi pendidikan politik, komunikasi, diskusi bersama masyarakat tentang apa pentingnya partai, dewan, tidak hanya sekadar mencari suara dengan menghalalkan segala cara, saya rasa itu salah. Apalagi partai politik di seluruh Indonesia sudah mendapat bantuan politik yang bertujuan untuk memberikan pendidikan politik," tambahnya.

Kang JM menuturkan, sebagai bacaleg tentu figur wilayah harus intens, bersosialisasi dengan kemampuan dan kapasitas yang dimilikinya. Tidak memaksakan, minimal tracknya lurus dan sesuai dengan apa yang diharapkan, lebih tepatnya terus memberikan pendidikan politik. 

Sosialisasi pendidikan politik ini, kata Kang JM, bisa seminggu sekali atau sebulan sekali, yang penting tracknya benar dahulu. Memang komunikasi dengan masyarakat itu tidak semudah 'membalikan telapak tangan', tetapi kalau terus berikhtiar dan terus dilakukan dengan cara yang sama pasti berhasil. "Insyaallah, dan itu sudah saya lakukan dari tahun 2009 sampai sekarang," ujarnya.

Terkait target Gerindra untuk meraih kursi di parlemen, Kang JM mengaku, target 12 kursi dinilai realistis melihat kesiapan seluruh elemen partai dalam menyongsong pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

"Tentu ada mapping politik dari tahun sebelumnya, ada evaluasi dimana saja kekurangannya, dimana yang perlu di dorong maupun dipertahankan. Itu menjadi bagian strategi tersendiri bagi partai Gerindra khususnya," ungkapnya.

Dalam persiapannya, lanjut Kang JM, partai melalui struktural telah membentuk anak ranting di setiap tingkat RW. Jadi pengurus struktural partai Gerindra tidak hanya di tingkat kelurahan, tetapi sampai ke tingkat RW.

"Kegiatan partai untuk bersentuhan dengan masyarakat itu harus masif di dapil manapun. Cuma hanya lebih prioritas di titik yang masih minim salah satunya Barat dan Tansa. Kedepan kita berharap semua bisa rata minimal 2 kursi di masing-masing dapil atau yang sudah 2 kursi di Bogor Timur-Tengah, Utara dan Selatan bisa menambah lagi jadi 3 kursi walaupun berat, tetapi harus ada target dan optimisme yang harus kita capai," pungkasnya.