JAKARTA, CEKLISSATU.COM -- Belum lama ini, figur relawan politik nasional, Andi Azwan, tegaskan dirinya sudah tidak lagi menjabat sebagai pengurus Partai Perindo. Hal tersebut disampaikan Andi dalam wawancara dengan sejumlah awak media, menanggapi pertanyaan publik mengenai arah politik yang akan ditempuhnya ke depan.
Andi dikenal sebagai aktivis relawan yang vokal, berani bersuara lantang, serta kerap tampil di ruang publik untuk mengkritisi isu-isu kebijakan negara.
Keberadaannya di Partai Perindo selama beberapa waktu terakhir juga turut mewarnai dinamika internal partai dan relasi dengan kelompok relawan.
Baca Juga: Prabowo Lantik Djamari Chaniago Jadi Menko Polkam Gantikan Budi Gunawan
Namun, dalam pernyataan terbarunya, Andi memilih untuk menegaskan posisinya secara terbuka.
“Saya ingin meluruskan sekaligus memberi kejelasan kepada publik, bahwa saya saat ini sudah tidak lagi menjabat maupun terlibat dalam kepengurusan Partai Perindo,” ungkapnya.
Andi menjelaskan bahwa keputusannya ini merupakan pilihan politik yang didasarkan pada pertimbangan matang. Ia merasa jalur perjuangan melalui relawan lebih sesuai dengan idealisme dan misi yang selama ini ia pegang.
“Saya ingin lebih leluasa dalam menyuarakan aspirasi rakyat, tanpa harus terikat aturan internal partai. Partai memang penting, tapi bagi saya, kerja relawan yang dekat dengan rakyat jauh lebih mendesak untuk diperkuat saat ini,” ujar Andi.
Menurutnya, keberadaan dalam partai politik kadang menimbulkan keterbatasan, terutama dalam menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah maupun elite politik.
Dengan keluar dari struktur partai, ia berharap bisa tetap menjaga independensi dan konsistensi sikap.
Baca Juga: PWI Kota Bogor dan Kesbangpol Perkuat Sinergi dan Kolaborasi
Ke depan, Andi Azwan menyatakan akan fokus pada penguatan jaringan relawan di seluruh Indonesia. Ia menegaskan bahwa relawan bukan sekadar alat politik sesaat, melainkan kekuatan sosial yang bisa menjadi mitra strategis negara dalam membangun masyarakat.
“Relawan adalah rumah besar saya. Dari sanalah saya bisa bekerja lebih dekat dengan rakyat, mendengar keluhan petani, pedagang kecil, buruh, hingga nelayan. Mereka inilah yang harus menjadi pusat perhatian negara,” tegasnya.
Andi juga menekankan pentingnya membangun gerakan relawan yang berkelanjutan, bukan hanya muncul menjelang pemilu.
Ia ingin membuktikan bahwa relawan bisa menjadi kekuatan moral sekaligus kekuatan sosial yang berdaya guna.
Menanggapi pertanyaan soal hubungannya dengan Partai Perindo, Andi dengan tegas menyatakan bahwa keputusannya bukan karena konflik pribadi maupun perpecahan internal.
“Saya menghargai semua rekan-rekan di Perindo yang telah bekerja bersama. Tidak ada masalah personal. Ini murni pilihan jalan politik. Perbedaan arah bukan berarti permusuhan. Justru saya berharap Partai Perindo terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi demokrasi,” kata Andi.
Baca Juga: PKS Kota Bogor Sambangi Kantor Walikota, Adityawarman: "Kami Siap Berkolaborasi"
Pernyataan ini sekaligus membantah rumor bahwa dirinya keluar karena gesekan internal. Andi menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi menjaga konsistensi perjuangan yang lebih luas.
Ditegaskan Andi, dirinya akan tetap bersuara lantang dalam isu-isu kebijakan negara, khususnya yang menyangkut kepentingan rakyat kecil.
Ia ingin memastikan bahwa kehadirannya di ruang publik bukan demi kursi kekuasaan, melainkan sebagai pengingat moral agar negara tidak lupa pada rakyatnya.
Baca Juga: Senator PFM: Nama Besar Megawati Dipertaruhkan di PSU Pilgub Papua, BTM-CK Wajib Menang
“Saya akan tetap berdiri di garis rakyat. Saya akan terus berbicara tentang harga pangan, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial. Itu adalah mandat moral yang tidak boleh ditinggalkan,” ucapnya penuh keyakinan.
Andi juga mengajak para elite politik untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Menurutnya, konsistensi dalam kebijakan jauh lebih penting daripada perebutan jabatan.
Dengan pernyataannya ini, Andi Azwan secara resmi menegaskan bahwa dirinya tidak lagi menjadi pengurus Partai Perindo.
Baca Juga: Lucky Candra Kurniawan dan Muhamad Rifqi Fitriadi Melaju ke Babak Kedua M-25 Seri VII
Ia kini memilih jalur relawan sebagai ruang perjuangan utama, sembari tetap menjaga sikap kritis dan keberpihakannya kepada rakyat kecil.
Keputusan tersebut sekaligus menandai arah baru perjalanan politiknya: dari seorang pengurus partai menjadi figur relawan independen yang berkomitmen mengawal kebijakan negara agar tetap berpihak pada rakyat.
“Bagi saya, politik adalah jalan pengabdian. Selama rakyat masih membutuhkan suara, saya akan terus berdiri di samping mereka,” pungkas Andi.
Comment