BOGOR, CEKLISSATU - Keterisian kaum perempuan bakal calon anggota legislatif (bacaleg) DPRD Kota Bogor dari partai Golkar Kota Bogor mencapai hampir 50 persen. Sesuai aturan KPU, masing-masing partai politik (parpol) harus memiliki perwakilan bacalaeg sebanyak 30 persen.
Ketua DPD Golkar Kota Bogor, Rusli Prihatevy mengaku bahwa pihaknya sengaja memenuhi keterisian perempuan sebagai bacaleg sebanyak 22 orang dengan tujuan ingin memberikan ruang dan juga ikhtiar Golkar Kota Bogor bahwa di parlemen nanti ada sosok perempuan yang mewarnai sebagai wakil rakyat.
Baca Juga : Targetkan Raih 9 Kursi Legislatif di Kabupaten Bogor, Partai Ummat yakin Jadi Pilihan Utama Masyarakat
"Kami memaksimalkan keterwakilan perempuan, namun hal ini bukan memaksakan. Insyaallah kader-kader perempuan yang teruji, dimana mereka yang diberikan amanah untuk memimpin suatu ormas yang didirikan partai Golkar, bagaimana mereka bisa mengoptimalkan situasi dan sikologis di internal, termasuk mental dan turun ke masyarakat. Nah, contohnya perempuan-perempuan seperti itu yang kita hadirkan di Pileg 2024 nanti," ucap Rusli kepada awak media di kantor KPU Kota Bogor pada Jumat, 12 Mei 2023.
Bukan hanya untuk melengkapi, sambungnya, tetapi pihaknya ingin memastikan perempuan menjadi harapan partai Golkar Kota Bogor untuk masuk ke parlemen dengan usia yang rata-rata dibawah 40 tahun hampir 80 persen.
"Latar belakang mereka rata-rata pengusaha, ada beberapa birokrat dan artis. Insyaallah mereka sudah siap ketika terjun ke pileg, arti siap ini bagaimana mereka betul-betul memikirkan untuk menang," katanya.
Comment