BOGOR, CEKLISSATU.COM – Program Sekolah Energi resmi diluncurkan di Kota Bogor sebagai terobosan baru dalam pendidikan berbasis lingkungan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, menegaskan bahwa Sekolah Energi menjadi langkah nyata dalam menghadapi krisis iklim, sekaligus mendorong pemanfaatan energi terbarukan di lingkungan sekolah di Bogor.
“Program ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bogor dalam membangun kota berkelanjutan (build city) yang terintegrasi hingga sektor pendidikan,” kata Herry saat peresmian Sekolah Energi di Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School, Sabtu (4/4/2026).
Hery menambahkan, peluncuran penerapan energi hijau di sekolah menjadi bukti meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu perubahan iklim.
“Ini menjadi bukti bahwa tidak hanya pemerintah, masyarakat juga semakin sadar terhadap isu perubahan iklim dan pentingnya penerapan teknologi energi hijau,” tambahnya.
Menanggapi krisis energi global, Herry menilai peluncuran program Sekolah Energi sangat relevan dengan kondisi saat ini.
Baca Juga: Penghematan Energi, Pemkot Bogor Pangkas Anggaran Bahan Bakar Kendaraan Dinas hingga 50 persen
“Konflik global memberikan pelajaran penting bahwa energi harus menjadi isu utama yang dicari alternatifnya. Ketergantungan dunia terhadap minyak menjadi salah satu kerentanan dalam situasi seperti sekarang,” ujarnya.
Ia berharap, program Sekolah Energi di Cahaya Rancamaya dapat menjadi percontohan dalam penerapan energi surya, sekaligus mendorong sekolah lain untuk mengimplementasikan teknologi serupa.
“Harapan saya, penerapan energi surya di sekolah ini bisa berjalan dengan baik, lalu menjadi contoh bagi sekolah lain, termasuk SMP 21 yang sudah memiliki instalasi agar dapat berfungsi optimal,” imbuhnya.
Sementara itu, Project Lead Onepulse Indonesia, Fauzia Hafida Rahmah menambahkan, bahwa pengembangan energi berkelanjutan merupakan salah satu fokus utama secara global.
“Energi berkelanjutan menjadi tujuan yang sangat difokuskan secara global, seperti dalam Paris Agreement dan Kyoto Protocol. Di tingkat pemerintah, juga terdapat program seperti waste to energy serta target 2030 untuk mencapai minimal 23 persen bauran energi terbarukan, sebagaimana negara-negara ASEAN lainnya,” bebernya.
Fauzia juga menyebutkan bahwa berdasarkan berbagai kajian, terdapat tiga faktor utama yang perlu dibenahi untuk mewujudkan transisi penuh menuju energi terbarukan, baik dari sisi nasional maupun internasional diantaranya, Teknologi, Investasi dan Kapital, Talenta (Green Talent).
Baca Juga: Indonesia Perkuat Peran Global dengan Perdagangan Karbon
Program Sekolah Energi merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Bogor, Sekolah Garuda, Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School, Onepulse Indonesia, serta Yayasan Rumah Serbaguna Solution.
Comment