Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of College Reading and Learning menyebutkan bahwa kebiasaan membaca digital dapat memengaruhi tingkat konsentrasi dan pemahaman pembaca terhadap teks panjang. Pembaca digital cenderung melakukan pemindaian cepat dibandingkan membaca secara detail.
Selain itu, media sosial juga mengubah cara mahasiswa memperoleh pengetahuan. Tidak sedikit mahasiswa yang lebih memilih menonton video penjelasan singkat atau membaca ringkasan materi dibandingkan membaca buku akademik secara utuh. Cara ini dianggap lebih efisien, terutama di tengah padatnya aktivitas kuliah.
Meski demikian, akses digital sebenarnya juga membuka peluang baru dalam budaya membaca. Berbagai jurnal ilmiah, e-book, hingga artikel pendidikan kini lebih mudah diakses dibandingkan beberapa tahun lalu. Tantangannya bukan lagi sekadar mengajak mahasiswa membaca, tetapi bagaimana membangun kebiasaan memahami informasi secara lebih mendalam di tengah budaya serba cepat.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa budaya membaca mahasiswa sedang mengalami transformasi. Membaca tidak lagi selalu identik dengan buku cetak di perpustakaan, melainkan juga hadir melalui layar digital yang lebih praktis dan instan.
Siti Balqis Sari Manah
Comment