"Metode permainan itu membuat suasana edukasi menjadi lebih interaktif, di mana ibu-ibu menjadi lebih aktif bertanya dan lebih mudah mengingat informasi yang disampaikan," tuturnya. 

"Para kader juga menyampaikan bahwa metode puzzle meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam memberikan edukasi," tambahnya.

Baca Juga: Peringati Hari Guru Nasional, Rudy Susmanto Berkomitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Kabupaten Bogor
 
Selain media puzzle, kader juga menerima Modul Gizi dan Panduan Penggunaan Puzzle agar kegiatan edukasi dapat terus berlanjut secara mandiri. 

“Kami ingin kader tidak hanya memahami konsep stunting, tetapi juga mampu menjelaskan kepada ibu dengan anak balita dengan cara yang menyenangkan dan mudah diterima. Puzzle ini menjadi jembatan komunikasi yang efektif,” ujar Triyanti.