Dalam sesi ToT tersebut, Triyanti bersama Nurul Dina Rahmawati, S.Gz., M.Sc., tidak hanya mengajarkan teori mengenai stunting dan gizi seimbang, tetapi juga mengenalkan cara penggunaan Puzzle Gizi Cerdas serta teknik komunikasi secara efektif.
"Pendekatan itu bertujuan agar kader dapat menyampaikan edukasi dengan lebih ramah, tidak menggurui, dan mampu mendorong perubahan perilaku positif pada ibu dengan anak balita," ungkap Triyanti dalam keterangan resminya, Rabu (26/11/2025).
Baca Juga: Ketua PGRI Kabupaten Bogor: Semoga Guru-Guru Kita Menjadi Bermartabat Sejahtera dan Terlindungi
Selanjutnya, dilakukan pendampingan di lapangan pada lima posyandu selama empat hari.
Tim pengabdi yang turut didampingi Guru Besar FKM UI, Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, dan Ketua Departemen Gizi dr. Fathimah S. Sigit mendukung langsung kader posyandu mempraktikkan metode puzzle. Sebanyak 40 ibu dengan anak balita menjadi penerima manfaat langsung dari kegiatan tersebut.
Dalam setiap sesi, kader mengajak ibu balita menyusun puzzle hingga gambar Isi Piringku Seimbang: Anak Sehat & Cerdas terbentuk. Setelah itu, ibu diminta mengambil satu potongan puzzle dan menjawab pertanyaan di baliknya.
Baca Juga: Bupati Rudy Susmanto Perkuat Pengelolaan Sampah Melalui Kolaborasi PSEL Bersama Pemerintah Kota Bogor
Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sangat relevan dengan pencegahan stunting, seperti pemantauan tumbuh kembang, sumber protein hewani, hingga dampak konsumsi gula berlebih.
Comment