"Membahas perhatian anak itu harus lintas SKPD. Misalnya Disdukcapil, karena ada hak anak tentang identitasnya. Kemudian Disdik, kaitan hak anak dengan pendidikannya. Lalu di DP3AP2KB, juga sebagai fasilitas perlindungan anak," terang Amsohi.
Baca Juga: Fraksi PAN Kota Bogor Kunjungi PGRI dan BMPS, Cari Solusi agar Siswa Kurang Mampu Tak Putus Sekolah
"Apalagi bila ada anak-anak yang kurang beruntung, itu harus menjadi perhatian kita semua," tegas Amsohi.
Sebagai pengurus PGRI Kabupaten Bogor, Amsohi berharap pada Hari Anak Nasional ini bisa memberikan hak anak melalui Pendidikan. Karena menurutnya, bicara PGRI adalah bicara guru.
"Guru adalah orang yang diamanati untuk mendidik anak-anak. Mulai dari guru PAUD sampai guru SLTA, semoga fasilitas untuk anak-anak ini betul-betul memenuhi harapan kita semua tentang hak-hak anak," tutur Amsohi.
"Hak hidup, hak untuk berkembang, hak mendapatkan perlindungan, hak mendapatkan partisipasi. Dunia anak adalah dunia bermain. Maka harapannya bermain yang mengandung edukasi," lanjutnya.
Amsohi juga menyampaikan pesan kepada para guru di Kabupaten Bogor, agar seluruh guru bisa melayani siswanya dengan baik.
Comment