Selain kegiatan di laboratorium, peserta juga diajak mengikuti tur edukatif ke Rumah Anggrek dan Rumah Kaca Departemen Biologi UI untuk mengenal konservasi tumbuhan serta penerapan bioteknologi di lingkungan kampus.
Melalui kegiatan itu, para siswi tidak hanya belajar mengenai peranan mikroorganisme dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga memahami keterkaitan antara biologi, pangan, kesehatan, dan inovasi teknologi.
Baca Juga: Pertemuan Rektor, UI Memimpin di Panggung Dunia Dalam 2025 World University President's Forum
Program tersebut sekaligus mendukung pencapaian beberapa poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Di antaranya Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui edukasi pangan fermentasi, Pendidikan Berkualitas lewat pembelajaran biologi yang kontekstual dan interaktif, Penguatan Inovasi di bidang bioteknologi sederhana, serta Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
Perwakilan dari sekolah, Ayuningsih, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut karena membuat pembelajaran sains terasa lebih hidup dan relevan.
Baca Juga: IPB Run 2025 Capai 4.000 Peserta, Panitia Siapkan Rute Asri Kampus Dramaga
“Anak-anak jadi lebih antusias belajar Biologi karena bisa melihat langsung bagaimana sains bekerja di kehidupan nyata,” ujarnya.
Comment