‎
‎Tentu setiap orang berhak berubah dan memperbaiki diri. Namun memaafkan seharusnya berbeda dengan terus memberi panggung tanpa refleksi. Ketika figur publik yang berulang kali membuat masalah tetap mendapatkan perhatian besar, budaya minim akuntabilitas di media sosial secara tidak langsung terus dipertahankan.
‎
‎Pada akhirnya, fenomena ini menunjukkan bahwa di era digital, popularitas sering kali lebih kuat daripada integritas. Selama seseorang masih mampu menarik perhatian dan menghibur publik, kemungkinan untuk benar-benar kehilangan panggung akan selalu kecil.

Siti Balqis Sari Manah (magang)