Bagaimana Merumuskan CoG

Menentukan pusat gravitasi bukanlah pekerjaan sederhana. Ia menuntut pemahaman menyeluruh terhadap sistem negara lawan: bagaimana kekuasaan dijalankan, apa sumber legitimasi politik, siapa aktor kunci, dan sejauh mana kohesi elite terjaga.

Baca Juga: Lima Anggota OPM Pilih NKRI Usai Pendekatan Humanis TNI

Dalam perencanaan strategis modern, CoG dirumuskan melalui identifikasi critical capabilities (kemampuan utama), critical requirements (syarat pendukung), dan critical vulnerabilities (kerentanan utama). 

Dalam banyak kasus, kepemimpinan nasional dan kepemimpinan militer memang berada pada CoG terdalam—nomor satu—karena merekalah yang mengendalikan keputusan strategis dan loyalitas kekuatan negara.

Berikutnya, menyerang CoG terdalam juga berisiko tinggi. Kesalahan identifikasi dapat memperkuat perlawanan dan solidaritas nasional lawan. 

Oleh karena itu, perumusan dan pemilihan CoG melibatkan  pimpinan nasional tertinggi. Strategi ini juga hampir selalu dikombinasikan dengan tekanan multidomain: ekonomi, diplomasi, siber, dan informasi.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Desak PBB Segera Akui Negara Palestina dan Hentikan Bencana Kemanusiaan di Gaza

Implikasi Strategis bagi Indonesia

Bagi Indonesia, fenomena ini mengandung pelajaran penting. Di tengah persaingan kekuatan besar dan dinamika geopolitik Indo-Pasifik, ancaman terhadap kedaulatan tidak selalu datang dalam bentuk agresi militer. Justru yang lebih berbahaya adalah perang hibrida yang menargetkan pusat gravitasi nasional.