Karena itu, berjalan kaki sejenak dinilai dapat membantu otak bekerja lebih rileks sekaligus memberi suasana baru bagi pikiran. Gerakan tubuh saat berjalan disebut membantu melancarkan aliran darah sehingga pasokan oksigen menuju otak menjadi lebih baik.

Tak hanya berkaitan dengan kreativitas, jalan kaki juga memiliki sejumlah manfaat lain bagi kesehatan tubuh. Artikel kesehatan dari RSUD Meuraxa Banda Aceh menyebut bahwa berjalan kaki dalam durasi singkat dapat membantu melancarkan sirkulasi darah dan membuat tubuh terasa lebih segar.

Selain itu, berjalan kaki selama lima hingga 10 menit juga dinilai dapat membantu memperbaiki suasana hati dan mengurangi ketegangan setelah beraktivitas. Aktivitas ringan ini membantu tubuh tetap bergerak di tengah kebiasaan duduk terlalu lama saat bekerja maupun belajar.

Baca Juga: PBVSI Siapkan 16 Pemain Timnas Voli Putra untuk AVC Nations Cup dan SEA V League 2026

Manfaat lainnya juga dirasakan ketika jalan kaki dilakukan secara rutin. Berjalan kaki selama 15 menit setelah makan disebut dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil karena tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi.

Sementara itu, berjalan kaki selama 20 hingga 30 menit dinilai membantu proses pembakaran lemak dan menjaga metabolisme tubuh tetap aktif. Aktivitas ini juga disebut dapat membantu memperkuat tulang serta menjaga tubuh tetap bugar jika dilakukan secara konsisten.

CNBC Indonesia dalam artikelnya juga menyebut bahwa waktu berjalan kaki dapat memengaruhi manfaat yang dirasakan tubuh. Jalan kaki pagi hari dinilai membantu meningkatkan energi untuk memulai aktivitas, sedangkan berjalan kaki pada sore atau malam hari membantu tubuh lebih rileks setelah menjalani rutinitas seharian.