BOGOR, CEKLISSATU– Ajang Bogorrun 2026 kembali menjadi magnet bagi para pecinta olahraga lari. Sebanyak 4.100 peserta memadati event lari yang menghadirkan kategori 5 kilometer, 10 kilometer hingga 21 kilometer (Half Marathon), Minggu pagi.

Tingginya antusiasme peserta membuat panitia harus menutup pendaftaran lebih cepat. Meski kuota telah ditetapkan di angka 4.000-an peserta, masih banyak calon pelari yang ingin mendaftar setelah registrasi resmi ditutup.

“Hari ini acaranya Bogorrun 5, 10, 21 kilometer. Seru banget, peserta 4.100 orang. Mudah-mudahan acara ini tahun depan ada lagi, kita buat lebih keren dan lebih bagus dibanding tahun ini dan tahun kemarin,” ujar Ketua KORMI Kabupaten Bogor, Rike Iskandar, Minggu (10/5/2026).

Menurutnya, animo masyarakat terhadap olahraga lari terus meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bahkan setelah pendaftaran ditutup, masih banyak warga yang mencoba ikut mendaftar namun kuota sudah penuh.

Baca Juga: Pelari SOD NPCI Warnai Semarak Bogor Run 2026, Bukti Inklusivitas Olahraga Kabupaten Bogor

“Iya dong, lebih banyak. Memang tahun ini kita kunci di angka 4.000-an. Setelah close masih banyak yang mau daftar tapi sudah tidak bisa,” kata Akew sapaan akrabnya pada wartawan.

Tak hanya pelari profesional, event ini juga diikuti para runner pemula yang baru mulai menekuni dunia lari. Salah satunya peserta asal Cibinong yang mengaku baru dua kali mengikuti event lari tahun ini.

“Sebelumnya ikut di Pakansari juga. Tahun lalu pernah coba 10 kilometer di Bogor Siliwangi Marathon, tapi sekarang pilih 5 kilometer saja karena harga tiketnya naik lumayan,” ujar Muhamad Jaelani dengan nomor dada 6460 tersebut.

Ia menyebut harga normal kategori 5K sebesar Rp299 ribu, 10K Rp499 ribu, dan Half Marathon 21K mencapai Rp699 ribu. Namun peserta yang mendaftar di hari pertama mendapatkan diskon 20 persen.

Meski demikian, peserta menilai fasilitas yang diberikan panitia sebanding dengan biaya pendaftaran.

“Worth it lah dengan harga segitu. Refreshment banyak, makanan dapat dua kali, minuman, terus merchandise sponsor juga lumayan banyak,” katanya.

Sementara itu, peserta lain asal Kedung Halang, Bogor, Roni Purnama mengaku baru pertama kali mengikuti Bogorrun setelah mulai rutin berlari sejak tahun lalu.

“Oh senang lah! Tahun depan harus ikut lagi,” ungkapnya penuh semangat.

Namun ia mengakui rute Bogorrun memiliki tantangan tersendiri, terutama pada medan menanjak.

Baca Juga: Run Race Ramadan di Alun-alun Kota Bogor Diserbu Peserta, Pelari Pemula Ikut Merasakan Serunya Lari Malam

“Kendalanya di tanjakannya doang. Elevasinya luar biasa banget di sini,” ujarnya sambil tertawa.

Momen menarik terjadi menjelang penutupan lomba ketika pasangan suami istri peserta Half Marathon 21 kilometer menjadi pelari terakhir yang memasuki garis finis. Pasangan asal Jakarta tersebut tetap semangat menyelesaikan lomba hingga akhir.

“Semua harus finish,” tegas panitia saat menunggu peserta terakhir tiba di garis akhir.

Diketahui, peserta terakhir kategori 21 kilometer tersebut adalah Putut Utama dengan nomor BIB 1342 bersama istrinya, DKD, nomor BIB 1336 asal Jakarta.