“Pembinaan sangat penting. Kita juga rutin menyelenggarakan perlombaan di tingkat klub,” terang Bambam.
Dalam kesempatan tersebut, Bambam juga menyoroti persoalan banyaknya atlet potensial Kabupaten Bogor yang berpindah memperkuat daerah lain. Menurutnya, kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bersama agar pembinaan atlet lokal semakin kuat dan mampu mempertahankan talenta terbaik daerah.
Apalagi, cabang akuatik menjadi salah satu andalan Kabupaten Bogor dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat 2026 yang akan digelar Oktober mendatang.
Pada Porprov sebelumnya, Akuatik Kabupaten Bogor sukses meraih 24 medali emas dan 19 perak. Sementara pada babak kualifikasi Porprov 2026, atlet-atlet lokal kembali menunjukkan dominasinya dengan torehan 19 medali emas dan 8 perak.
“Semua medali itu diraih oleh atlet lokal,” ungkap Bambam optimistis.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Bogor, Arif Rochmawan, menegaskan pentingnya menjaga semangat kebersamaan seluruh cabang olahraga demi mewujudkan target besar Kabupaten Bogor menjadi juara umum Porprov Jawa Barat 2026.
Baca Juga: Kabupaten Bogor akan Memiliki Sport Center untuk Atlet Unggulan Dunia
“Apapun tantangannya ketika kita berlandaskan kebersamaan, saya yakin KONI bersama cabor bisa melaluinya dengan penuh optimistis,” kata pria yang akrab disapa Kang Atep tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya pembinaan usia dini agar Kabupaten Bogor terus melahirkan atlet-atlet regenerasi yang mampu bersaing hingga tingkat internasional.
“Saya yakin harapan juara umum ini juga menjadi tujuan atlet, pelatih dan KONI,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Pengprov Akuatik Jawa Barat, Verdia Yosep, mengajak seluruh pengurus baru untuk bersama-sama membangun masa depan olahraga akuatik yang lebih maju, tidak hanya di Jawa Barat tetapi juga Indonesia.
“Kita bersama-sama membangun karakter dan peradaban, khususnya akuatik,” tandasnya.
Comment