“Pola yang sama, berjanji lalu menghilang. Ini bukan sekadar kelalaian, tapi sudah masuk kategori penipuan moral,” ujar Yoga dengan nada kecewa.
Sementara itu, Anjar Nugraha yang dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp pada Minggu sore (03/08/2025), mengakui kesulitan menghubungi Ndang Muwardi.
“Pak Ndang sudah lama sulit kontak,” tulis Anjar. Ia juga menyampaikan keinginan untuk membantu, jika nantinya memiliki rezeki. “Mohon waktunya ya, jika rezeki saya masuk, saya bantu-bantu,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak PT Inspiro maupun dari Ndang Muwardi atas dugaan ingkar janji tersebut. Kasus ini menambah daftar panjang persoalan etik dan tanggung jawab dalam industri event organizer (EO) nasional.
Banyak pihak yang telah bekerja profesional justru dirugikan akibat buruknya tata kelola dan lemahnya komitmen pembayaran.
Baca Juga: PWI Jaya Mandiri Gelar MHT Award 2025, Tanpa Dukungan Diskominfotik Pemprov DKI Jakarta
Publik dan para pemangku kepentingan di industri event nasional mendesak agar praktik-praktik semacam ini tidak terus berulang, demi menjaga kepercayaan dan profesionalitas dalam penyelenggaraan acara berskala besar.
Comment