BANDUNG, CEKLISSATU.COM - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan meresmikan RTH Cihanja sekaligus kawasan Konservasi Mata Air Cihanja do Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap.

Peresmian RTH Cihanja menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bandung meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau, bukan hanya dari sisi luasan, tetapi juga fungsi ekologis, kualitas udara, tutupan vegetasi, hingga keberlanjutan sumber air.

Farhan mengatakan, peningkatan kualitas RTH menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota Bandung. 

Baca Juga: Koeksistensi di Tengah Betonisasi: Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau dan Masa Depan Satwa Liar Perkotaan

Pembangunan ruang terbuka hijau tidak semata-mata diukur dari penambahan luas lahan, tetapi juga dari kualitas dan manfaat ekologis yang dihasilkan.

"Pada dasarnya kami melihat yang perlu ditingkatkan bukan cuma sekadar luasan RTH-nya, tetapi kualitas RTH-nya. Penambahan kualitas RTH ditunjukkan salah satunya melalui RTH Cihanja," ujar Farhan, dikutip Rabu (19/8/2026).

Ia menjelaskan, pengembangan RTH Cihanja akan disesuaikan dengan konsep Indeks Hijau Biru Indonesia (IHBI) yang dikembangkan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Baca Juga: Tambah Ruang Hijau di Jakarta, Taman Bendera Pusaka Buka 24 Jam dan Tersedia Lapangan Padel Gratis

Konsep tersebut, kata Farhan, tidak hanya memperhitungkan luas ruang terbuka hijau, tetapi juga mempertimbangkan tutupan vegetasi, kualitas udara, serta kualitas air di kawasan tersebut.

Farhan menilai, RTH Cihanja memiliki potensi untuk memenuhi sejumlah indikator tersebut. Kawasan ini memiliki luas sekitar 6.960 meter persegi atau hampir 7.000 meter persegi.

"Karena jumlah 6.000 meter di Kota Bandung itu sudah sangat bagus," katanya.

Baca Juga: Hadirkan Ruang Terbuka Hijau Baru dan Perindah Kawasan Pemerintahan, Pemkab Bogor Bangun Taman Siliwangi

Selain luasan, Pemerintah Kota Bandung juga akan memperkuat vegetasi di kawasan tersebut. Keberadaan sumber mata air yang masih terjaga serta rendahnya aktivitas industri dan lalu lintas di sekitar lokasi dinilai menjadi keunggulan tersendiri.

"Sumber mata airnya masih sangat bagus. Kemudian di sini tidak ada pabrik, lalu lintas juga rendah, sehingga kualitas udaranya diharapkan jauh lebih bagus," ujarnya.

Farhan menyatakan, keberlanjutan RTH Cihanja tidak boleh berhenti setelah seremoni peresmian. Ia meminta masyarakat turut mengambil peran dalam menjaga dan mengelola kawasan tersebut.

Baca Juga: Tambah Ruang Terbuka Hijau, Pemkot Resmikan Revitalisasi Bukit Mbah Garut

Ia menitipkan pengelolaan kawasan kepada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Karang Taruna, serta lembaga kemasyarakatan lainnya di tingkat kelurahan agar ruang terbuka tersebut dapat dimanfaatkan dan dirawat secara berkelanjutan.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat telah terbukti mampu menjaga keberlanjutan sejumlah ruang hijau di Kota Bandung, seperti kawasan pertemuan Sungai Cikapundung dan Cikalapa, Leuweung Awi Padaringan, hingga kawasan Lembur Katumiri di Babakan Siliwangi.

"Dengan pengelolaan oleh masyarakat, keberlanjutannya bisa lebih terjaga," katanya.

Baca Juga: Bupati Bogor Rudy Susmanto Dorong Pengembangan Hutan Kota dan Ruang Terbuka Hijau di Bumi Tegar Beriman

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi mengatakan, penataan RTH Cihanja merupakan hasil kolaborasi lintas perangkat daerah dan unsur kewilayahan.

Rizki menyebut kawasan RTH Cihanja memiliki luas sekitar 7.960 meter persegi dan membutuhkan upaya yang tidak sedikit untuk melakukan penghijauan sekaligus menjaga keberadaan mata air.

"Ruang terbuka hijau adalah salah satu aspek yang paling penting dalam penataan, terutama untuk mengelola air, sumber mata air, dan menghadirkan udara yang segar," kata Rizki.

Baca Juga: Ruang Terbuka Hijau di Kota Bogor Baru 4 Persen, Bapemperda DPRD Evaluasi Perda

Ia menjelaskan, keberadaan ruang hijau memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan hidrologis kawasan. Penghijauan di Cihanja diharapkan dapat mengurangi erosi sekaligus menjaga keberadaan mata air.

Penataan kawasan tersebut dilakukan melalui kolaborasi sejumlah unsur, antara lain BPBD, DPKP, DSDABM, perangkat kewilayahan, serta instansi terkait lainnya.

Rizki menargetkan kawasan tersebut dapat memberikan manfaat ekologis sekaligus menjadi ruang edukasi bagi masyarakat.

Baca Juga: Ada 3 Mata Air Aktif di Jalur Batutulis, Wali Kota Bogor Dedie Rachim Sebut Jalan Saleh Danasmita Tidak Layak Digunakan

Sejumlah fasilitas pendukung juga mulai disiapkan, di antaranya saung pengaman untuk memantau kondisi kawasan, signage, serta jalan setapak yang masih dalam proses pengerjaan.

Selain tanaman penghijauan, kawasan RTH Cihanja juga dikembangkan dengan tanaman produktif. Pemerintah Kota Bandung memperoleh bantuan 1.000 bibit pohon kopi dari Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat.

Tanaman produktif lainnya yang ditanam antara lain jeruk, durian, sawo, lengkeng, kemiri, mangga, rambutan, serta berbagai jenis tanaman hijau lainnya.

Baca Juga: Sumber Mata Air Ciburial akan Ditetapkan sebagai Kawasan Heritage, Rudy Susmanto: Mata Air Bersejarah

Secara keseluruhan, terdapat sekitar 2.503 bibit pohon yang ditanam di kawasan tersebut.

Ia berharap RTH Cihanja tidak hanya menjadi kawasan hijau, tetapi juga ruang publik yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, menjaga kualitas lingkungan, serta memperkuat fungsi konservasi mata air.

"Harapannya air tetap terjaga untuk tetap mengalir, air tanah tetap kuat, udara tetap bersih, dan lingkungan tetap nyaman," ujar Rizki.