JAKARTA, CEKLISSATU.COM - DPR RI menyambut positif modernisasi PT Pos Indonesia menuju sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) dan robotik.

Anggota Komisi VI DPR RI, Gde Sumarja Linggih mengatakan, modernisasi PT Pos Indonesia dengan sistem AI dan robotik itu dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi.

Serta memperkuat sistem logistik nasional yang terintegrasi dan berdaya saing global.

Baca Juga: Dari AI hingga Bedah Robotik, Fakultas Kedokteran IPB University Siap Jadi Motor Inovasi Medis

Menurutnya, pemanfaatan teknologi modern AI dan robotik menepis stigma masyarakat yang selama ini menganggap perusahaan pelat merah tersebut masih bersifat konvensional dan tertinggal. 

"Sebenarnya Pos Indonesia sudah sangat bagus, sudah sangat modern sekarang ini," ujar Gde Sumarjaya Linggih, dalam keterangannya, Kamis (16/4/2026).

Meski PT Pos Indonesia telah menunjukkan kemajuan melalui adopsi sistem robotik, Komisi VI DPR RI memberikan catatan kritis terkait tata kelola teknologi secara nasional. 

Baca Juga: Ketua PWI: Pers Harus Mengedepankan Kemanusiaan di Tengah Disrupsi Teknologi

Ekosistem logistik yang terfragmentasi menyulitkan proses integrasi hulu ke hilir. 

Oleh karena itu, penggabungan infrastruktur digital mutlak diperlukan untuk menciptakan ekosistem distribusi yang mulus dari tingkat lokal hingga pasar global.

Gde Sumarjaya Linggih menekankan bahwa keberhasilan digitalisasi akan berdampak langsung pada nilai jual komoditas dalam negeri. 

Baca Juga: Wakil Wali Kota Bogor Dorong Pelaku UMKM Kuasai Teknologi AI

"Nah kalau seandainya sudah integrasi dengan baik, terus efisien, efektif, dan murah, maka ini akan menjadikan daya saing produk Indonesia ke internasional, atau daya saing produk dari daerah lain ke daerah yang lain, sehingga nantinya benar-benar menjadi sebuah kekuatan ekonomi baru," paparnya.

Komisi VI mendorong agar adopsi sistem robotik dan digitalisasi tidak hanya berhenti pada inisiatif masing-masing entitas secara sektoral, melainkan harus diorkestrasi menjadi sebuah kekuatan nasional.

Komisi VI menegaskan bahwa penguatan digitalisasi terintegrasi berbasis AI dan otomasi robotik adalah prasyarat mutlak dalam wacana pembentukan Holding BUMN Logistik. 

Baca Juga: AI Banyak bermanfaat untuk Pekerjaan dan Konten, Tapi Apakah Membuat Manusia Jadi Malas?

"Tanpa adanya desain integrasi teknologi yang jelas dan kokoh, upaya holding berisiko hanya sebatas konsolidasi administratif tanpa mampu memberikan lonjakan efisiensi pada sistem rantai pasok nasional,' tutup dia.