Selain lima simbol pada perisai, Garuda Pancasila juga memiliki makna lain yang sering luput dari perhatian. Jumlah bulu pada tubuh Garuda dirancang untuk menunjukkan tanggal kemerdekaan Indonesia, yaitu 17 Agustus 1945. Masing-masing sayap memiliki 17 helai bulu, ekor terdiri dari 8 helai bulu, pangkal ekor berjumlah 19 helai bulu, dan leher memiliki 45 helai bulu. Jika digabungkan, angka tersebut membentuk tanggal 17-8-1945.

Baca Juga: Wamenpora Taufik Hadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025 di Lubang Buaya

Pada bagian bawah Garuda juga terdapat pita bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika. Semboyan yang berasal dari kitab Kakawin Sutasoma karya Empu Tantular itu memiliki arti “berbeda-beda tetapi tetap satu jua” dan menjadi simbol persatuan bangsa Indonesia di tengah keberagaman.

Lebih dari sekadar lambang negara, Garuda Pancasila menjadi representasi nilai-nilai yang menyatukan masyarakat Indonesia. Simbol-simbol yang telah dikenalkan sejak bangku sekolah tersebut tidak hanya menjadi identitas nasional, tetapi juga pengingat akan prinsip-prinsip yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara hingga saat ini.

Siti Balqis Sari Manah