JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Pelajar di Jakarta berpeluang mendapat akses Transjakarta gratis melalui Kartu Layanan Gratis (KLG). 

Usulan Transjakarta gratis itu didorong DPRD DKI Jakarta sebagai solusi bagi siswa yang belum terjangkau layanan bus sekolah, sekaligus mendorong penggunaan transportasi umum untuk perjalanan pergi dan pulang sekolah.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harvian Paloh mengatakan, pelajar perlu mendapatkan akses Transjakarta gratis untuk memudahkan pergi dan pulang sekolah.

Baca Juga: Bukan Bus Sekolah Biasa, SAPA DISA Antar-Jemput Gratis 150 Siswa Disabilitas Tiap Hari

Saat ini, lanjutnya, pelajar belum termasuk dalam 15 golongan masyarakat yang mendapatkan layanan transportasi gratis melalui program KLG. 

Padahal, sejumlah sekolah berada di dekat halte dan rute Transjakarta.

"Saya kira ini alangkah bagusnya ke depan untuk memaksimalkan transportasi yang ada di DKI Jakarta," ujar Nova, Rabu (9/9/2026).

Baca Juga: Kena Efisiensi, Bus Sekolah Kota Bogor Bakal Disulap Jadi Angkot Dedie Rachim: Kita Maksimalkan Pemanfaatannya 

Nova menilai, akses Transjakarta gratis bagi pelajar juga dapat menjadi alternatif untuk mengatasi keterbatasan kapasitas bus sekolah. 

Sebab, tidak seluruh pelajar dapat terlayani bus sekolah sehingga diperlukan pilihan transportasi lain yang lebih luas.

Karena itu, Nova mengusulkan agar pelajar secara umum turut dikaji untuk masuk dalam skema penerima KLG sehingga tidak hanya penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang masuk dalam daftar penerima layanan gratis.

Baca Juga: Pemprov DKI Perluas Layanan Pendidikan Inklusif, Luncurkan 32 Bus Sekolah Ramah Disabilitas, Ini 5 Rute Baru

"Artinya, membiasakan pelajar menaiki kendaraan umum. Itu yang kita dorong. Bagaimana pelajar juga menggunakan kendaraan umum kita yang artinya sudah ada rute-rute yang mumpuni," katanya.

Nova mencontohkan, SMP Negeri 115 Tebet yang memiliki halte Transjakarta di sekitar sekolah. 

Menurutnya, kondisi tersebut dapat memudahkan pelajar maupun orang tua dalam mengakses transportasi umum.

Baca Juga: Dukung Pendidikan Gratis dan Aman, Kemenhub Sepannjang 2025 Sudah Alokasikan 150 Bus Sekolah ke Daerah

"Ketika orang tuanya misalnya dia punya KLG, antar anaknya juga gratis. Itu yang kita harus pikirkan ke depannya. Kalau bus sekolah apakah orang tua bisa antar? Nggak bisa juga kan. Ini salah satu rekomendasi kami dan nanti mungkin dikaji sama Dishub, sama dari Transjakarta," tandasnya.