JAKARTA, CEKLISSATU.COM - Jakarta menghadirkan layanan bus sekolah gratis ramah disabilitas melalui SAPA DISA (Sistem Antar Jemput Peserta Didik Disabilitas) yang setiap hari melayani sekitar 150 peserta didik dari 9 Sekolah Luar Biasa (SLB).
Layanan bus sekolah ramah disabilitas yang diluncurkan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta itu berhasil masuk dalam 10 besar nominasi Jakarta Innovation Award (JIA) 2026 yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta.
SAPA DISA merupakan layanan Bus Sekolah Ramah Disabilitas yang menyediakan transportasi aman, nyaman, gratis, dan aksesibel bagi peserta didik penyandang disabilitas.
Menerapkan pola point-to-point, peserta didik dijemput dari rumah atau titik yang disepakati bersama orang tua menuju sekolah, kemudian mengantarkannya kembali setelah kegiatan belajar selesai.
Layanan ini membantu peserta didik yang berdomisili jauh dari sekolah untuk tiba lebih cepat dan lebih siap mengikuti kegiatan belajar.
Saat ini, layanan telah beroperasi secara berkelanjutan dengan melayani 9 Sekolah Luar Biasa (SLB) dan rata-rata sekitar 150 peserta didik setiap hari.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Budi Awaluddin mengatakan, masuknya SAPA DISA dalam 10 besar JIA 2026 menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi Dishub untuk terus meningkatkan kualitas layanan transportasi bagi penyandang disabilitas.
"SAPA DISA lahir dari kebutuhan masyarakat. Ini bukan sekadar menyediakan bus, tetapi memastikan peserta didik penyandang disabilitas memiliki akses mobilitas yang aman dan nyaman untuk bersekolah," ujarnya, Rabu (19/8/2026).
Ia menyampaikan, SAPA DISA didukung armada yang dilengkapi fasilitas aksesibilitas, seperti lift chair, sistem pengunci kursi roda (wheelchair restraint), guide block, handrail, lantai antiselip, tombol darurat, sabuk pengaman, CCTV, GPS, AC, serta sistem informasi visual dan audio.
Pelaksanaan SAPA DISA diperkuat melalui kolaborasi Dinas Perhubungan dengan Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Sekolah Luar Biasa, komunitas penyandang disabilitas, dan orang tua peserta didik.
"Manfaat yang dirasakan langsung oleh siswa, keluarga, dan sekolah menjadi bagian penting dari keberlanjutan inovasi tersebut," katanya.
Budi menjelaskan, keberhasilan bus sekolah ramah disabilitas SAPA DISA masuk dalam 10 besar JIA 2026 menjadi pengakuan atas inovasi pelayanan publik yang memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Ia menambahkan, layanan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadirkan sistem transportasi yang semakin inklusif serta mendukung terwujudnya Jakarta sebagai kota yang setara dan berkeadilan bagi seluruh anak.
"Kami ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam mendapatkan pendidikan hanya karena keterbatasan akses transportasi," katanya.
Comment