JAKARTA, CEKLISSATU – Usai kediaman Presiden Rusia, Vladimir Putin diserang dengan drone yang diduga milik Ukraina, Kremlin menyatakan siap balas dendam.

Namun, serangan drone tersebut berhasil digagalkan.

"Rusia berhak membalas Ukraina di mana saja dan kapan saja dianggap perlu," kata kantor Kremlin, dikutip dari APNews, Kamis 4 Mei 2023.

Baca Juga : Ukraina Butuh F-16 Ketimbang MiG-29 Untuk Lawan Rusia

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan, kepada RIA Novosti bahwa pemimpin Rusia itu tidak berada di Kremlin ketika serangan terjadi. Dia menambahkan bahwa Putin sedang bekerja di kediaman Novo-Ogaryovo dekat Moskow pada Rabu 3 Mei 2023.

"Presiden tidak terluka dalam serangan teroris, dan kompleks Kremlin tidak mengalami kerusakan apapun" kata kantor Kremlin.

Tak lama berselang dari insiden tersebut, pada Kamis 4 Mei 2023 dini hari waktu setempat, sebuah ledakan terdengar di ibu kota Ukraina, Kyiv, dan kota-kota lain. Beberapa otoritas lokal yang dikutip Reuters melaporkan bahwa pertahanan antipesawat sedang bekerja.

Sejak Oktober 2022, Rusia secara teratur membombardir Ukraina dan menyerang berbagai sasaran. 

Fenomena saling serang terjadi saat Rusia bersiap untuk perayaan Hari Kemenangan pada 9 Mei. Inti dari peringatan kemenangan melawan Nazi Jerman dan sekutunya dalam Perang Dunia 2 adalah parade militer tahunan di Lapangan Merah, tepat di luar tembok Kremlin.

Putin dan pejabat tinggi lainnya, serta tamu asing, akan menghadiri acara tersebut. Peskov mengatakan pawai akan berlangsung sesuai jadwal.