JAKARTA, CEKLISSATU - Serangan rudal hipersonik milik Rusia menghantam sejumlah wilayah di Ukraina. Salah satunya di wilayah barat di Kota Lviv.
Dilaporkan sebanyak enam orang tewas akibat serangan udara tersebut. Bahkan mematikan listrik di stasiun tenaga atom terbesar di Eropa termasuk Kyiv.
Dalam halaman Telegramnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menulis "Ini malam yang sulit." Zelensky menambahkan bahwa Rusia telah kembali ke "taktik menyedihkan" mereka untuk mencoba mengintimidasi warga Ukraina.
"Hanya itu yang bisa mereka lakukan. Tapi itu tidak akan membantu mereka. Mereka tidak bisa menghindari tanggung jawab atas semua yang telah mereka lakukan," sebut Zelensky.
Ia juga menulis di Telegram, angkatan udara Ukraina mengklaim telah menembak jatuh 34 dari 81 rudal yang diluncurkan Rusia.
Pertahanan udara Ukraina dikenal canggih dan biasanya mencegat sebagian besar rudal Rusia. Tetapi angkatan udara mengatakan setidaknya enam rudal yang diluncurkan hari ini oleh Rusia adalah Kinzhals - "belati" - rudal berkemampuan nuklir yang bergerak dengan kecepatan hipersonik dan tidak dapat dicegat oleh pertahanan udara Ukraina.
Yuriy Ignat, juru bicara angkatan udara, mengatakan kepada TV Ukraina bahwa Rusia tidak pernah menembakkan Kinzhal sebanyak ini dalam satu serangan.
Comment