Ungkapan kekecewaan selama puluhan tahun, ia selalu mendapat delapan tiket pelanggan setiap musim libur, bahkan villa pun sudah biasa ia siapkan. Namun kini, semua berubah. 

"Sebelum ada PT Indogate, saya biasa pegang 8 tiket wisatawan Timur Tengah setiap musim libur, dan villanya sudah saya booking. Sekarang tidak ada satu pun, bahkan ada pelanggan yang membatalkan karena dapat tiket promo dari mereka," keluhnya. 

Baca Juga: Ribuan Driver IKPB di Puncak Terancam Jadi Pengangguran

"Sudah dijemput ke bandara pun tiba-tiba dibatalkan. Tahun ini saya benar-benar tidak ada penghasilan," jelasnya. 

Hal serupa disampaikan Jay, warga Cisarua yang juga berprofesi sebagai sopir selama 10 tahun. Ia mengatakan bahwa tarif layanan yang ditawarkan Indogate jauh di bawah standar pasar. 

"Biasanya tarif standar Rp500 Ribu, tapi Indogate hanya pasang Rp 350 Ribu, bahkan ada yang digratiskan dari bandara ke Puncak. Siapa yang nggak tergiur, Kami sopir lokal jadi tidak bisa bersaing," katanya. 

Menurut mereka, PT Indogate mengambil keuntungan dari kerjasama lain, seperti pemberian fasilitas hotel, vila, hingga paket wisata. 

Baca Juga: Tersumbat Material Sampah, Jalan Utama di Puncak Tergenang Air

Kini, banyak sopir dan pelaku usaha wisata lokal sudah puluhan tahun membangun ekosistem pariwisata di Puncak terpaksa menganggur.