BOGOR, CEKLISSATU -- Pj Bupati Bogor Bachril Bakri mengajak masyarakat bersama-sama mengoptimalkan potensi pertanian di Kabupaten Bogor, agar dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah juga memberikan dampak positif pada kesejahteraan masyarakat. 

Hal tersebut disampaikan Bachril Bakri saat menghadiri Rembug Paripurna Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Bogor 2024 dengan Tema Membangun Strategi Menuju Ekosistem Pertanian Yang Tangguh Dan Mandiri di Gedung Pala GG Pala, Tamansari, Kabupaten Bogor. 

Diketahui, sektor pertanian merupakan sektor padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja dan lapangan pekerjaan sebesar 7,6 persen dari penduduk yang bekerja. 

Baca Juga : Ribuan Bungkus Rokok Senilai 9,6 Miliar Dimusnahkan oleh Bea Cukai, Ini Alsannya

Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan memberikan kontribusi PDRB sebesar 14,99 triliun rupiah atau 5,19 persen dari total PDRB Kabupaten Bogor yang berjumlah 289,10 triliun rupiah. 

IMG_20241221_112732.webp
REMBUG KTNA: Pj Bupati Bogor Bachril Bakri saat menghadiri Rembug Paripurna Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Bogor 2024 dengan Tema Membangun Strategi Menuju Ekosistem Pertanian Yang Tangguh Dan Mandiri di Gedung Pala GG Pala, Tamansari, Kabupaten Bogor. FOTO: DISKOMINFO

“Sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang laju pertumbuhan PDRBnya selalu positif setiap tahunnya," ungkap Bachril Bakri. 

"Untuk itu mari kita bersama-sama mengoptimalkan potensi pertanian di Kabupaten Bogor agar dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah juga memberikan dampak positif pada kesejahteraan masyarakat,” lanjut Bachril Bakri.

Bachril Bakri menjelaskan, bahwa fungsi dan peran KTNA dapat lebih ditingkatkan terutama dalam pemberdayaan dan pembelajaran terhadap pelaku utama pembangunan pertanian. 

Baca Juga : Pemkab Bogor Operasi Pasar di Cigombong, Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok Jelang Nataru

Melalui rembug paripurna KTNA Tahun 2024 ini semoga KTNA terus maju dan mampu menjadi motor penggerak dan penyalur aspirasi anggota dalam perumusan kebijakan bagi peningkatan kesejahteraan petani.

“Serta dapat menjadi organisasi yang bisa membantu dan membangun skala usaha yang memiliki potensi tawar dan daya saing,” pungkasnya.