Saiful menjelaskan bahwa santunan kepada ahli waris korban merupakan manfaat dari program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), serta manfaat beasiswa pendidikan bagi anak peserta.
Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya memberikan dukungan ketika risiko terjadi, tetapi juga memastikan keluarga yang ditinggalkan tetap memiliki harapan untuk melanjutkan kehidupan. Salah satunya melalui manfaat beasiswa pendidikan bagi anak peserta hingga perguruan tinggi, sehingga meskipun orang tua telah tiada, dukungan negara tetap hadir dan terus menyertai perjalanan pendidikan anak-anak mereka hingga meraih masa depan yang lebih baik.
Lebih lanjut, Saiful menegaskan bahwa penyerahan santunan ini merupakan bagian dari komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam menjalankan strategi 3C (Coverage, Care, dan Credibility). Melalui momentum ini, BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan nilai Care melalui pelayanan yang penuh kepedulian kepada peserta dan keluarga yang ditinggalkan, sekaligus menunjukkan Credibility dengan memastikan setiap hak peserta dapat diserahkan secara tepat waktu, transparan, dan akuntabel kepada ahli waris yang berhak.
“Dengan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, kami berharap para pekerja dapat bekerja dengan lebih tenang karena mengetahui dirinya dan keluarga memiliki jaring pengaman sosial apabila terjadi risiko yang tidak diinginkan,” tutup Saiful.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Masjid dan RT/RW untuk Perluas Perlindungan Pekerja Informal
Direktur PT Indonesia Air Transport, Tri Adi Wibowo, menyampaikan apresiasi atas manfaat perlindungan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja dan keluarganya. Ia juga berharap santunan yang diberikan, termasuk manfaat beasiswa bagi anak almarhum hingga perguruan tinggi dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
“Alhamdulillah kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kegiatan ini. Terus terang, jika perusahaan harus menanggung seluruh santunan ini sendiri tentu akan sangat berat. Dengan adanya BPJS Ketenagakerjaan kami merasa sangat terbantu, terlebih dengan adanya beasiswa bagi anak almarhum sehingga bisa menjadi dukungan bagi masa depan keluarga yang ditinggalkan” ujar Tri Adi.
Di lokasi yang sama , Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Kebon Sirih, turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah tersebut. Ia mengatakan peristiwa ini menjadi duka bagi keluarga dan seluruh insan pekerja di Indonesia.
"Kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi, mudah-mudahan manfaat program BPJS Ketenagakerjaan sedikitnya dapat meringankan beban bagi keluarga yang ditinggalkan. Kami di lapangan akan terus mengoptimalkan dan sosialisasi khususnya kepada pekerja, harapannya masyarakat pekerja semakin sadar pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja di Indonesia," pungkas Indra.
Comment