Sebagaimana diketahui, kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang dioperasikan oleh PT. Indonesia Air Transport tersebut terjadi pada 17 Januari 2026 dan sempat menjadi perhatian luas masyarakat. Dalam kejadian tersebut, 10 orang yang terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang dinyatakan meninggal dunia.
Saiful menjelaskan bahwa santunan kepada ahli waris korban merupakan manfaat dari program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), serta manfaat beasiswa pendidikan bagi anak peserta.
Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya memberikan dukungan ketika risiko terjadi, tetapi juga memastikan keluarga yang ditinggalkan tetap memiliki harapan untuk melanjutkan kehidupan. Salah satunya melalui manfaat beasiswa pendidikan bagi anak peserta hingga perguruan tinggi, sehingga meskipun orang tua telah tiada, dukungan negara tetap hadir dan terus menyertai perjalanan pendidikan anak-anak mereka hingga meraih masa depan yang lebih baik.
Baca Juga: Insan BPJS Ketenagakerjaan Bogor Kota Gelar Employee Volunteering Berbagi Takjil di Bulan Ramadan
Lebih lanjut, Saiful menegaskan bahwa penyerahan santunan ini merupakan bagian dari komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam menjalankan strategi 3C (Coverage, Care, dan Credibility). Melalui momentum ini, BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan nilai Care melalui pelayanan yang penuh kepedulian kepada peserta dan keluarga yang ditinggalkan, sekaligus menunjukkan Credibility dengan memastikan setiap hak peserta dapat diserahkan secara tepat waktu, transparan, dan akuntabel kepada ahli waris yang berhak.
“Dengan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, kami berharap para pekerja dapat bekerja dengan lebih tenang karena mengetahui dirinya dan keluarga memiliki jaring pengaman sosial apabila terjadi risiko yang tidak diinginkan,” tutup Saiful.
Comment